Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menyebut Kepala Desa Linggawangi tetap bertahan dan tidak mundur dari jabatannya usai di demo warganya, pada Senin (4/5/2026).
Meskipun terdapat tuntutan atau desakan mundur jabatan dari masyarakat di lima kampung terkait kinerja pemerintahan Desa yang menjadi perhatian publik.
"Hasil audiensi tadi, bahwa beliau bertahan sebagai kepala desa dan ingin memperbaiki diri, tapi ini belum final," ungkap Ketua BPD Linggawangi Sihabudin dikonfirmasi TribunPriangan.com,
Sihabudin menambahkan, bahwa dalam persoalan ini pihaknya berperan menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat.
Baca juga: Ratusan Warga Geruduk Kantor Desa Linggawangi Tasikmalaya, Minta Kades Mundur
Apabila warga menghendaki pemberhentian kepala desa, maka BPD akan menyampaikan usulan tersebut kepada Bupati Tasikmalaya melalui pihak kecamatan.
"Itupun harus ada alat bukti kuat bagi kami untuk menyampaikan. Tuntutan mereka itu hanya ingin kepala desa turun saja," jelas Sihabudin.
Namun, ia enggan menyebutkan secara eksplisit alasan warga mendesak kades tersebut untuk melengserkan jabatannya.
"Ada hal-hal lain dari sisi etika yang tidak bisa saya sebutkan," ucapnya.
Sementara itu, Koordinator aksi Dede Hadi menjelaskan, bahwa tuntutan warga agar kepala desa mundur didasarkan pada dugaan adanya perbuatan menyimpang yang dilakukan yang bersangkutan.
Ia mengungkapkan, kepala desa diduga telah mengambil barang milik salah seorang staf desa, dan peristiwa tersebut disebut-sebut terekam kamera pengawas (CCTV).
Dugaan tersebut kemudian disampaikan kepada tim pengusung kepala desa, serta ditindaklanjuti melalui penyusunan petisi yang diajukan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Sebelum aksi tersebut digelar, pihaknya mengaku telah melakukan tabayun dengan sejumlah tokoh setempat guna mengonfirmasi langsung kepada yang bersangkutan. Namun, kepala desa dinilai tidak kooperatif, sehingga memicu kekecewaan dan kemarahan warga.
"Salah satu staf kehilangan uang, gak banyak sih cuma ratusan ribu. Tapi ini bukan masalah besar kecilnya, tapi lebih kepada etika profesi seorang kepala desa," kata Dede.
Dirinya menuturkan, sejumlah perwakilan massa dipersilakan untuk mengikuti audiensi di aula kantor desa. Namun, dalam pertemuan tersebut, kepala desa tetap bersikeras mempertahankan jabatannya meskipun telah didesak oleh warga untuk mengundurkan diri.
"Dari hasil pertemuan kami, kades tetap bertahan dengan jabatannya. Dan dari warga yang menuntut akan melanjutkan persoalan ini ke jalur hukum dengan dugaan pencurian," jelas Dede.
Dede menegaskan, pihaknya mendapatkan informasi yang beredar di masyarakat, peristiwa serupa bukan baru pertama kali terjadi, tapi sudah beberapa kali terjadi.
"Kalau rumornya memang sering. Tetapi yang tertangkap kamera CCTV-nya itu yang kejadian sekarang, sekitar tanggal 20 Ramadhan," pungkasnya.(*)