TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lurah Minasa Upa, Rahim, mengaku belum mengetahui adanya kejadian perampokan di wilayahnya yang terjadi pada Minggu (3/5/2026) dini hari.
"Saya baru dengar, tidak ada informasi dari RT dan RW," ujarnya kepada Tribun-Timur.com, Senin (4/5/2026).
Perampokan tersebut menimpa rumah seorang juragan beras, Muhammad Sabri (53), yang berlokasi di Jalan Minasa Upa sekitar pukul 02.30 Wita.
Aksi pelaku terekam kamera CCTV. Berdasarkan keterangan, pelaku masuk dengan memanjat pagar belakang rumah, lalu mencongkel jendela salah satu kamar asisten rumah tangga (ART).
Saat kejadian, ART tengah tertidur. Pelaku masuk tanpa menyalakan lampu dan hanya menggunakan senter.
“Pelaku sempat mengambil HP dan dompet. Namun setelah korban berteriak, pelaku langsung kabur,” ujar Muhammad Sabri, Senin (4/5/2026).
Peristiwa ini bukan yang pertama kali terjadi di Kelurahan Minasa Upa. Pada Februari 2026 lalu, rumah seorang dosen Unhas di wilayah yang sama juga menjadi sasaran perampokan.
Dalam kejadian tersebut, pelaku membawa kabur puluhan emas batangan dan perhiasan dengan total berat sekitar 500 gram sebelum akhirnya tiga pelaku ditangkap aparat.
Menanggapi hal itu, Rahim mengatakan akan meningkatkan koordinasi dengan RT/RW untuk memperketat keamanan lingkungan.
“Kami akan sampaikan kepada warga untuk lebih waspada. Biasanya juga kami imbau melalui masjid agar masyarakat menjaga keamanan dan tidak lengah,” ujarnya.
Rahim mengakui wilayah Minasa Upa memiliki cakupan yang cukup luas, yakni terdiri dari 17 RW, 84 RT, dengan jumlah penduduk sekitar 22 ribu jiwa.
Menurutnya, luas wilayah dan jumlah penduduk yang besar menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keamanan.
Karena itu, ia menilai peran aktif masyarakat yang bersinergi dengan RT/RW dan unsur kelurahan sangat penting dalam menjaga keamanan lingkungan.
Ke depan, Rahim mengatakan akan berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk memperkuat pengawasan serta langkah antisipasi di lapangan.
Selain itu, isu keamanan lingkungan akan terus dibahas dalam rapat koordinasi rutin bersama RT dan RW guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.