Warga Makassar Waspada Perampokan, RT RW Perketat Sistem Keamanan Lingkungan
Saldy Irawan May 04, 2026 08:07 PM

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mendengar berulangnya kejadian perampokan yang menyasar kompleks perumahan, Ketua RT 001 RW 005 Kelurahan Tidung, Andi Ilcham mengatakan akan semakin memperketat penjagaan di wilayahnya.

‎Wilayah Andi Ilcham mencakup Komplek Perumahan Pemerintah Daerah (Pemda) di Jalan Mapala.

‎"Upaya penjagaan yang selama ini kita lakukan akan lebih kami tingkatkan," ujarnya kepada Tribun-Timur.Com, Senin (4/5/2026). 

‎Selama ini, penjagaan yang dilakukan mencakup posko rutin yang dilaksanakan setiap empat hari sekali, himbauan kepada warga, dan pemasangan stiker pada kendaraan penghuni kompleks.

‎Pos keamanan lingkungan dilaksanakan bersama satuan pengamanan (Satpam) kompleks. Seluruh RT/RW 005 berpatisipasi. Penjagaan dilakukan dari petang hingga dini hari.

‎"Kita juga punya HT yang dipakai berkomunikasi selalu dengan Satpam, memantau keamanan kompleks," ucapnya.

‎Himbauan kepada warga, Andi Ilcham gencar menyampaikan sosialisasi kepada penghuni kompleks untuk selalu menutup pintu dan pagar rumah.

‎"Setiap memantau wilayah, ada warga yang tidak menutup pintunya, kita sampaikan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," ucapnya.

‎Sementara stiker dibagikan untuk memantau arus kendaraan yang masuk. Stiker warna kuning untuk warga, stiker biru untuk penghuni kost.

‎"Kita beri stiker, karna sampai jam lim subuh kendaraan keluar masuk di kompleks, untuk mencegah orang luar masuk sembarangan," ucapnya.

‎Sementara Ketua RW 006 Kelurahan Rappocini, Supirman, mengaku tetap tenang dengan sistem keamanan lingkungan yang saat ini sudah terbangun.

‎Di Perumahan Puri Mutiara, yang masuk dalam wilayahnya, telah terjadwal sembilan satuan pengamanan yang berjaga setiap harinya.

‎"Bergantian berjaga setiap delapan jam," ucapnya.

‎Ia pun juga rutin berkomunikasi dengan satuan pengamanan dalam memantau keamanan wilayah.

‎"Alhamdulillah sampai saat ini belum ada kejadian yang mengganggu keamanan di wilayah kami," ucapnya.

‎Namun meski begitu, ia mengatakan dirinya tetap mendorong peningkatan sistem kemanan lingkungan berupa pemasangan CCTV di beberapa sudut penting.

‎"Kami sudah sampaikan di Musrenbang kelurahan bahwa ini kebutuhan di wilayah kami," ucapnya.

‎Di dalam Perumahan Puri Mutiara terdapat 200 rumah.

‎Terpisah, Ketua RW 007 Kelurahan Pa'baeng-baeng, Andi Safri mengatakan penjaga keamanan lingkungan di wilayahnya diperketat dengan banyaknya insiden pencurian dan geng motor yang meresahkan.

‎Safri yang merupakan purnawirawan TNI sejak menjadi ketua RW memprioritaskan keamanan sebagai pondasi utama pembangunan wilayah.

‎"Buat apa kita punya uang kalau kita tidak aman," ucap Safri.

‎Safri mengungkapkan bahwa saat ini di wilayahnya terdapat dua pos ronda yang aktif memantau keamanan setiap malamnya.

‎" Ada dua pos ronda, tiap malam kita patroli, sampai jam 2 dini hari," ucapnya.

‎Ia juga menghimbau kepada jajaran RT untuk memantau dan mengedukasi warganya untuk selalu mengantisipasi munculnya gangguan keamanan.

‎"Sampaikan kepada warga bahwa potensi gangguan keamanan itu muncul juga bisa karna kita lalai, tidak waspada, atau menyepelekan hal hal seharusnya bisa kita cegah," jelasnya.

‎Sebelumnya, rumah juragan beras Makassar, M Sabri (53), di Jalan Minasa Upa, disatroni perampok berpakaian hitam ala Ninja, Minggu (3/5/2026) sekira pukul 02.30.

‎Aksi perampok terekam kamera CCTV. Korban juga sudah visum di rumah sakit.

‎Perampok memanjat dari pagar belakang rumah, lalu masuk ke kamar tidur asisten rumah tanga-nya. Pelaku, mencongkel jendela salah satu dari tiga kamar ART untuk masuk ke dalam.

‎Pelaku sempat mengambil HP dan dompet korban. Setelah korban berteriak, pelaku langsung kabur,"

‎Korban melawan sambil berteriak histeris sehingga menarik perhatian penghuni rumah lain.

‎Laporan si asisten rumah tangga di Polsekta Rappocini, Senin (4/5/2/2026), menyebut si perampok nyaris memperkosanya.

"Asisten rumah tangga saya sedang tidur pulas, pelaku masuk tanpa menyalakan lampu, hanya pakai senter,” kata pemilik rumah, Muhammad Sabri, Senin (4/5/2026).

‎Ini bukan yang pertama. Bulan Februari 2026 lalu, rumah dosen Unhas di Minasa Upa juga jadi sasaran. Tiga perampok memggasak brankas. 

‎Dari keterangan korban kepada polisi, brankas tersebut berisi:

‎21 batang emas Antam;

‎3 emas batangan seberat 100 gram;

‎3 gelang dari Dubai seberat 160 gram;

‎5 gelang dari Dubai seberat 125 gram;

‎2 gelang dari Dubai seberat 70 gram;

‎33 buah emas keroncongan seberat 200 gram;

‎1 gelang emas 60 gram;

‎11 gelang berlian seberat 150 gram;

‎Cincin dengan mata berlian Dubai 150 gram;

‎Cincin emas seberat 150 gram;

‎1 set bros emas seberat 100 gram;

‎7 buah bros emas dari Kendari seberat 130 gram;

‎1 set emas putih dengan berlian;

‎Beberapa surat berharga.

‎Kanit Resmob Polda Sulsel, Kompol Beny Pornika, menyebut pelaku hanya ditangkap tiga hari kemudian, Jumat (16/2/2026).

‎Ada yang ditangkap di rumahnya, ada juga di tempat hiburan malam.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.