Pemprov Kaltara Dorong Kesejahteraan Nelayan dan Kendalikan Inflasi Lewat Pasar Ikan Higienis
Cornel Dimas Satrio May 04, 2026 08:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) meresmikan Pasar Ikan Higienis di Pelabuhan Perikanan Tengkayu II, Kota Tarakan, Minggu (3/5/2026).

Kehadiran pasar ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan pelayanan sektor perikanan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Wahyuni Nuzband, hadir mewakili Gubernur Kaltara untuk meresmikan Pasar Ikan Higienis.

Selanjutnya, Pasar Ikan Higienis permanen ini beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WITA.

"Ini upaya nyata untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat di sektor perikanan," kata Wahyuni.

Ia menegaskan, sektor perikanan Kaltara terus menunjukkan tren positif.

Produksi perikanan tangkap meningkat dari 32.535 ton pada 2023 menjadi 36.867 ton di 2024, dan kembali naik menjadi 37.988 ton pada 2025.

"Ini bukti nelayan kita tangguh dan potensi kelautan Bumi Benuanta sangat luar biasa," ujarnya.

Selain menyediakan Pasar Ikan Higienis, Pemprov Kaltara juga menggelar pasar ikan murah sebagai bagian dari kebijakan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltara Tahun 2026.

Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat membeli ikan segar dengan harga lebih terjangkau, sekitar Rp5.000–Rp10.000 per kilogram di bawah harga pasar.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari.

Baca juga: Pasar Ikan Higienis Kini Hadir di Kota Tarakan Kaltara, Harga Lebih Murah

"Sejak pukul 6 pagi, pembeli sudah ramai," ungkap Wahyuni.

Berbagai jenis ikan tersedia, mulai dari bandeng, bawal, kerapu, tongkol, tenggiri, hingga kepiting dan ikan air tawar.

UMKM serta kelompok pengolah dan pemasar (Poklahsar) juga turut meramaikan kegiatan dengan produk olahan perikanan.

Menurut Wahyuni, kegiatan ini tidak hanya membantu daya beli masyarakat, tetapi juga menjaga stabilitas harga, memperlancar distribusi, serta mendukung keberlanjutan usaha nelayan.

"Ke depan, pasar ikan murah ini diharapkan terus menjadi strategi efektif menekan inflasi dan meningkatkan konsumsi ikan masyarakat," tuturnya.

(adv)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.