TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Optimalisasi komoditas pertanian lokal mulai diarahkan untuk menembus pasar internasional melalui pemanfaatan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di wilayah perbatasan.
Usulan ini disampaikan DPRD Malinau sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi masyarakat di beranda terdepan melalui pemanfaatan infrastruktur lintas negara yang telah dibangun pemerintah.
Selain fokus pada pembangunan fisik, pemantauan berkala dilakukan untuk memastikan aktivitas perdagangan di perbatasan antara pemerintah provinsi dan kabupaten berjalan selaras dengan potensi daerah.
Keberadaan PLBN kini diproyeksikan tidak hanya sebagai pintu perlintasan orang, namun juga menjadi jalur utama distribusi hasil bumi warga lokal ke negara tetangga.
Ketua DPRD Malinau, Ping Ding menjelaskan koordinasi dengan pihak Malaysia terus diperkuat untuk memetakan potensi-potensi yang dapat dikembangkan kedua belah pihak.
Baca juga: Wamen Digital Sarawak Kagumi PLBN Long Nawang, Janji Perjuangkan Pembangunan di Perbatasan Malaysia
"Selain melihat pembangunan secara menyeluruh, monitoring pembangunan, kebetulan di sana ada juga kegiatan perbatasan antara pemerintah kita, provinsi dan kelepatan bertemu dengan pihak Malaysia yang melakukan silaturahmi. Tentunya kira-kira apa saja yang bisa kita kembangkan. Karena sudah ada PLBN, masing-masing sudah juga menyampaikan potensi-potensi apa saja yang bisa menjadi penguatan, baik dari Malaysia maupun Indonesia," ujar Ping Ding, Senin (4/5/2026).
Sektor pertanian menjadi prioritas utama yang didorong karena memiliki kualitas yang kompetitif, terutama produk perkebunan unggulan dari wilayah hulu.
Beberapa komoditas yang dinilai siap dipasarkan antara lain adalah kopi, teh, hingga kakao yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama masyarakat perbatasan.
Pemerintah daerah berharap hubungan lintas negara ini dapat membuka ruang pemasaran yang lebih luas sehingga memberikan dampak kesejahteraan langsung bagi petani.
"Tentunya kita berharap itu bisa terjalin baik, karena itu lintas negara dan kita juga sudah bangun PLBN-nya. Semoga PLBN ini benar-benar hadir bagian dari penguatan masyarakat Indonesia, terutama sektor pertaniannya. Kemarin kita sudah sampaikan bahwa potensi yang ada di perbatasan itu ada sektor pertanian kita yang sangat bagus. Tentunya jika ada nanti ruang untuk memasarkannya, seperti kopi, teh, dan lain sebagainya. Seperti kakao," ucapnya.
Baca juga: PLBN Long Nawang Malinau Kaltara Belum Difungsikan, Pemerintah Diminta Percepat Koordinasi 2 Negara
Integrasi antara ketersediaan infrastruktur PLBN dan produktivitas lahan pertanian diharapkan mampu menjadikan Malinau sebagai salah satu lumbung ekspor di Kalimantan Utara.
(*)
Penulis : Mohammad Supri