ART Laporkan Mantan Istri Andre Taulany ke Polisi, Ungkap Dugaan Kekerasan dan Emosi
Maudy Asri Gita Utami May 04, 2026 08:30 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Kasus dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap asisten rumah tangga (ART) kembali mencuat ke publik setelah seorang pekerja bernama Hera melaporkan mantan istri komedian Andre Taulany, Rien Wartia Trigina, ke Polres Metro Jakarta Selatan. 

Laporan tersebut tidak hanya menyoroti dugaan kekerasan fisik, tetapi juga perlakuan verbal yang dinilai merendahkan martabat korban dan terjadi secara berulang dalam lingkungan kerja rumah tangga tersebut.

Dalam keterangannya kepada awak media pada Senin 4 Mei 2026, Hera mengungkap bahwa dirinya kerap menerima perlakuan kasar dari majikannya. 

Ia mengaku hampir setiap hari mendapatkan kata-kata hinaan yang menyakitkan, bahkan hingga menyentuh kondisi pribadinya. 

Salah satu pernyataan yang paling membekas adalah saat dirinya dibandingkan dengan kehidupan mewah sang majikan, seolah-olah posisinya sebagai pekerja dianggap rendah.

• Clara Shinta Ungkap Tekanan Mentan Skandal VCS Suami hingga Pisah Rumah

Hera menjelaskan bahwa konflik sering kali bermula dari hal-hal sepele terkait pekerjaan rumah tangga. 

Misalnya, ketika majikan merasa hasil pekerjaannya tidak sesuai harapan, seperti saat membersihkan debu atau menata gorden. Hal-hal kecil tersebut justru memicu kemarahan yang berujung pada makian kasar.

Menurutnya, majikan kerap melakukan pemeriksaan secara detail terhadap pekerjaan yang telah dilakukan, bahkan sampai mengecek bagian-bagian kecil seperti tempat sampah yang masih dianggap berdebu. 

Jika ditemukan ketidaksesuaian, reaksi yang muncul bukan sekadar teguran, melainkan kemarahan yang disertai kata-kata kasar seperti “bodoh” dan “tidak becus bekerja,” serta sindiran yang menyinggung latar belakang ekonomi Hera.

Lebih lanjut, Hera mengungkap bahwa perlakuan tersebut tidak hanya dialaminya sendiri. Ia menyebut bahwa hampir semua ART yang bekerja di rumah tersebut mengalami hal serupa.

Kondisi ini membuat para pekerja tidak betah dan memilih untuk keluar dalam waktu singkat.

Ia juga menuturkan bahwa sikap majikan sangat bergantung pada suasana hati. Ketika sedang dalam kondisi baik, perlakuan yang diberikan cenderung normal. 

Emosi Tidak Stabil

Namun, saat emosinya tidak stabil, makian dan amarah menjadi hal yang dianggap biasa, bahkan dilakukan di depan anak-anak di rumah tersebut.

Puncak kejadian terjadi ketika Hera mencoba memberikan pembelaan secara lisan atas perlakuan yang diterimanya. 

Alih-alih meredakan situasi, respons yang ia terima justru semakin memperburuk keadaan. Hera mengaku sempat mengalami kekerasan fisik ketika dipukul menggunakan gagang sapu lidi.

Saat itu, ia berusaha meminta agar majikannya tidak menggunakan kekerasan. Namun permintaan tersebut tidak diindahkan, bahkan dibalas dengan hinaan yang sama seperti sebelumnya. 

Ia mengungkap bahwa setelah memohon agar tidak dipukul, dirinya kembali disabet dengan alat tersebut.

Kondisi lingkungan kerja yang dinilai tidak sehat ini juga terlihat dari tingginya pergantian ART di rumah tersebut. Hera menyebut bahwa tidak ada pekerja yang mampu bertahan lama. 

• Fasilitas Mewah, Liburan Maia Estianty ke Bali, Naik Jet Pribadi Bareng El Rumi dan Syifa Hadju

Bahkan dirinya, yang belum genap satu bulan bekerja, justru menjadi ART dengan masa kerja paling lama dibandingkan lainnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat tiga ART yang bekerja di rumah tersebut, namun semuanya masih tergolong baru. Fakta ini semakin menguatkan dugaan bahwa lingkungan kerja di sana tidak kondusif bagi para pekerja.

Kasus ini kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian dan menjadi sorotan publik, terutama terkait perlindungan hak-hak pekerja rumah tangga. 

Dugaan kekerasan fisik dan verbal dalam lingkup domestik kembali membuka diskusi tentang pentingnya regulasi serta pengawasan terhadap hubungan kerja di sektor informal tersebut.

Kuasa hukum Hera, Natalius Bangun, menilai laporan balik tersebut adalah hak terlapor. Akan tetapi, ia yakin pada bukti yang dimiliki kliennya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.