TRIBUNGORONTALO.COM – Antrean kendaraan terlihat di sejumlah SPBU di Kota Gorontalo pada Senin (4/5/2026) sore.
Kondisi ini dipicu oleh adanya perbaikan di salah satu SPBU sehingga distribusi pengisian bahan bakar beralih ke SPBU lain, salah satunya SPBU Andalas.
Pantauan TribunGorontalo.com di SPBU Andalas menunjukkan kendaraan roda dua, roda tiga, hingga roda empat mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM).
Antrean terlihat mengular dari jalur masuk hingga mendekati area pengisian, meski masih berada di dalam halaman SPBU.
Koordinator SPBU Andalas Kota Gorontalo, Farid Taha, mengatakan bahwa kepadatan ini bukan semata-mata karena kenaikan harga BBM, melainkan dampak dari perbaikan SPBU lain di Kota Gorontalo.
"Ada SPBU yang sementara diperbaiki, jadi penumpukan antrean terjadi di beberapa titik, termasuk di sini," ujarnya.
Ia menyebutkan, antrean ini mulai terasa sejak Jumat kemarin dan didominasi oleh kendaraan yang mengisi Pertalite dan Solar.
Baca juga: BREAKING NEWS: Eks Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Jadi Tersangka, Hendra R Abdul Resmi Ditahan
Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini tidak semua jenis BBM tersedia di SPBU Andalas. Untuk Pertamax Turbo, stok sementara tidak tersedia, meskipun sebelumnya sempat ada. Namun, Pertamax jenis biasa masih tersedia di SPBU tersebut.
"Turbo sudah tidak ada. Kemarin sempat ada, tapi sekarang kosong," jelas Farid.
Sementara itu, ia menyebutkan kenaikan harga terjadi pada BBM non-subsidi jenis Dexlite. Dari sebelumnya Rp24.150 per liter, kini naik menjadi Rp26.600 per liter.
"Yang naik di sini hanya Dexlite, karena Turbo juga tidak tersedia," katanya.
Meski mengalami kenaikan harga, Farid memastikan stok Dexlite masih dalam kondisi aman. Namun, peminatnya dinilai kurang.
"Stok masih aman, bahkan masih cukup banyak. Sekitar 19 ribu liter masih tersedia, hanya saja peminatnya tidak terlalu banyak," ungkapnya.
Dirinya menambahkan, untuk jenis BBM lain seperti Pertalite justru mengalami peningkatan permintaan. Hal ini ikut memperpanjang antrean kendaraan di SPBU.
"Permintaan Pertalite meningkat, apalagi dengan kondisi SPBU lain yang sementara diperbaiki," tambahnya.
Sementara itu, pantauan di SPBU Jalan Jenderal Sudirman, Kota Gorontalo, pada pukul 16.48 Wita juga menunjukkan antrean kendaraan yang cukup panjang. Kendaraan roda dua, roda tiga, dan roda empat terlihat berbaris menunggu giliran mengisi BBM.
Antrean di lokasi ini juga masih berada di dalam area SPBU, namun kepadatan kendaraan membuat waktu tunggu menjadi lebih lama.
Saat dikonfirmasi, salah satu petugas SPBU mengaku tidak dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena koordinator tidak berada di lokasi.
"Koordinator sudah pulang. Kalau mau informasi lebih jelas, bisa kembali besok," katanya.
Terkait kenaikan harga BBM, petugas tersebut membenarkan adanya perubahan, tetapi tidak menjelaskan secara rinci.
"Sudah naik, tapi untuk detailnya bisa ke koordinator," ujarnya.
Kondisi antrean di sejumlah SPBU ini menunjukkan adanya penumpukan kendaraan akibat terganggunya distribusi di beberapa titik, ditambah dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap BBM pada jam sibuk sore hari.
Namun, dari pengamatan TribunGorontalo.com, lebih banyak pengendara yang mengantre BBM berjenis Pertalite dan Solar. Sedangkan untuk kebutuhan BBM non-subsidi, dari pertama kali naik hingga sekarang belum menunjukkan tren peningkatan antrean. (*)