SURYA.CO.ID, SURABAYA - TNI AL Koarmada I angkat bicara, soal kabar wafatnya Anggota TNI AL asal Bangkalan Madura, berpangkat Kelasi Dua, Ghofirul Kasyfi.
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I Letkol Laut (P) Ary Mahayasa, menyampaikan duka cita sedalam dalamnya, atas berpulangnya almarhum. Serta mendoakan terbaik, untuk keluarga yang ditinggalkan.
Letkol Ary juga meluruskan, perihal adanya kejanggalan fisik, yang ditemukan pada jenazah almarhum.
“Berdasarkan hasil visum resmi yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL) dr. Mintohardjo Jakarta tertanggal 26 April 2026, tidak ditemukan lebam akibat kekerasan benda tumpul pada tubuh almarhum,” ujar Letkol Ary, dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).
Baca juga: Anggota TNI AL Ghofirul Kasyfi Meninggal di KRI Radjiman, Keluarga Curiga
Ia menambahkan, dari hasil visum juga tidak ditemukan pendarahan pada area selangkangan sebagaimana informasi yang beredar.
“Pemeriksaan visum tersebut juga dihadiri oleh pihak keluarga almarhum. Luka pada bagian leher merupakan luka tekan yang melingkar, disertai pengelupasan kulit ari yang pola dan karakteristiknya secara medis identik dengan luka gantung,” imbuhnya.
Kadispen melanjutkan, hasil pemeriksaan medis menyimpulkan bahwa penyebab kematian almarhum adalah murni akibat gantung diri, bukan karena tindakan kekerasan.
“Almarhum telah dimakamkan di kampung halamannya secara militer pada tanggal 27 April 2026 di TPU Kemayoran, Bangkalan,” terangnya.
Terkait langkah hukum lebih lanjut, Letkol Ary menuturkan bahwa pada tanggal 30 April 2026, pihak keluarga diwakili oleh Ibu Kandung almarhum, telah menyatakan secara sadar untuk menolak tindakan otopsi, yang telah dituangkan dalam dokumen pernyataan resmi.
“Luka lebam pada jenazah yang terlihat sesaat sebelum dimakamkan, adalah Livor Mortis, yakni salah satu tanda pasti kematian yang disebabkan oleh berhentinya sirkulasi darah, sehingga sel darah merah mengendap ke bagian tubuh terendah akibat pengaruh gaya gravitasi,” bebernya.
Disinggung soal pihak Angkatan Laut yang mendatangi kediaman almarhum, Letkol Ary menyebut, hal itu disebabkan karena pada saat pengecekkan personel di kapal, almarhum tidak hadir beberapa kali.
“Pihak KRI meminta bantuan kepada Lanal Batuporon untuk mengunjungi kediaman serta menanyakan keberadaan almarhum,” urainya.
Oleh karena itu, TNI AL Koarmada I mengimbau kepada masyarakat, untuk merujuk pada keterangan resmi dengan sumber informasi yang dapat dipertanggung jawabkan.
“Harapannya agar terhindar dari timbulnya spekulasi yang dapat melukai perasaan keluarga maupun mencederai nama baik institusi, dan TNI AL dalam hal ini Koarmada I tetap berkomitmen pada transparansi dan kebenaran fakta,” tandasnya.
Sebelumnya, ayah kandung alamarhum Ghofirul Kasyfi , Mahbub Madani (55) mengungkap rasa ketidakpercayaannya, ketika sang putra dinyatakan meninggal dunia karena mengakhiri hidup sendiri.
Kematian anggota TNI AL, Ghofirul Kasyfi (22) berpangkat Kelasi 2 itu tidak hanya meninggalkan duka mendalam namun juga meninggalkan segudang kejanggalan di benak bapaknya.
Mahbub Madani (55) menyatakan tidak percaya jika almarhum Ghoirul disebut meninggal bunuh diri karena mendiang dikenal sebagai sosok anak yang tegar dan tidak pernah mengeluh.
Luapan kejanggalan dilontarkan Mahbub setelah gelaran tahlilan malam ke-7 almarhum Ghofirul di rumah duka Jalan Kartini 12, Kelurahan Kraton, Kota Bangkalan, Minggu (3/5/2026) malam.
Usai dilantaik sebagai TNI AL Tamtama di Surabaya pada Desember 2025, mendiang Ghofirul mulai berdinas dengan penempatan di KRI dr Radjiman Wedyodiningrat di Jakarta pada Februari 2026.
"Tapi kurang lebih satu bulan kemarin dia menelpon dan bilang, 'papa saya tidak kuat di sini, saya disiksa'," jelas Mahbub.
Pada 26 April 2016 ada telpon dari ibunya, Yati Andriani kepada adik dari Mahbub yang mengabarkan, ada dua orang mengaku komandan di kapal tempat almarhum berdinas untuk mencari keberadaan Ghofirul hingga ke Bangkalan.
"Katanya kabur dari kapal, anehnya, besoknya, malam kalau tak salah, ada informasi anak saya ditemukan meninggal di kamar (kapal). Itu kan janggal, kemarin kata 2 orang yang mengaku komandannya telah menggeledah setiap kamar dan anak saya tidak ditemukan," terang Mahbub.