Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mengungkapkan bahwa pengusulan 90 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) masih menunggu jadwal korcing.
Korcing sendiri dilakukan untuk memverifikasi dan memfokuskan usulan formasi CPNS di Bengkulu Selatan. Sebab, pengajuan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) telah dilakukan sebelumnya.
“Korcing ini untuk memverifikasi usulan kita, apakah sudah sesuai atau belum. Selanjutnya, setelah verifikasi akan dilakukan pemanggilan kembali dalam rangka penetapan kebutuhan formasi itu sendiri,” ujar Kepala BKPSDM Bengkulu Selatan, Fariq Hafizh saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Senin (4/5/2026).
Hingga saat ini pihaknya belum menerima jadwal pelaksanaan korcing. Informasi dari KemenPAN-RB juga belum memastikan waktu pelaksanaannya.
“Jadi kami minta semuanya untuk bersabar, karena kita masih menunggu,” ungkap Fariq.
Pengusulan CPNS tersebut merupakan hasil pemetaan kebutuhan pegawai di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama untuk mengisi jabatan yang saat ini masih kosong atau kekurangan tenaga.
“Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, terdapat sejumlah kebutuhan mendesak di OPD. Dari situ kita petakan jabatan-jabatan yang akan diusulkan,” tegas Fariq.
Ia menjelaskan, dari total 90 formasi yang diajukan, terdapat 60 jenis jabatan yang menjadi fokus utama dalam pengusulan ke pemerintah pusat.
“Total formasi yang kita usulkan sebanyak 90, dengan rincian 60 jabatan yang memang saat ini sangat dibutuhkan,” ungkap Fariq.
Menurut Fariq, kebutuhan ASN di Bengkulu Selatan cukup tinggi jika melihat jumlah pegawai yang telah memasuki masa pensiun dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Update Harga BBM Non Subsidi Naik di Bengkulu Selatan 4 Mei 2026: Dex dan Dexlite Melonjak
Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, tercatat sebanyak 744 ASN telah pensiun.
“Kalau kita lihat dari data lima tahun terakhir, ada 744 ASN yang pensiun. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan ASN kita masih belum terpenuhi jika dibandingkan dengan jumlah yang keluar,” jelasnya.
Dalam pengusulan tersebut pihaknya fokus pada jabatan strategis, di antaranya Penilai Pemerintah yang akan ditempatkan di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk menunjang optimalisasi penilaian objek pajak.
Selain itu, sektor kesehatan juga menjadi prioritas, terutama untuk mengatasi kekurangan tenaga dokter di sejumlah puskesmas.
“Dari data aplikasi SDMK, setiap puskesmas harus memiliki minimal satu dokter umum. Saat ini masih ada empat puskesmas yang kekurangan dokter, sehingga kita usulkan penambahan tenaga medis,” tegas Fariq.
Seluruh usulan tersebut masih menunggu persetujuan dari KemenPAN-RB. Penetapan jumlah formasi yang disetujui sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“Ini masih sebatas usulan. Untuk jumlah yang disetujui nantinya akan ditentukan oleh KemenPAN,” tutup Fariq.
Dengan masih menunggu jadwal korcing dan persetujuan dari pemerintah pusat, masyarakat diharapkan tetap bersabar sembari mengikuti perkembangan informasi resmi terkait rekrutmen CPNS di Bengkulu Selatan.