Alasan Kemensos Buat Anggaran Pengadaan Sepatu Stradenine Rp 700 Ribu, Padahal Aslinya Rp 179 Ribu
raka f pujangga May 04, 2026 10:56 PM

 

TRIBUNJATENG.COM - Jagat maya tengah dihebohkan "angka sakti" Rp700 ribu untuk sepasang sepatu dalam proyek Sekolah Rakyat milik Kementerian Sosial.

Kontroversi memuncak saat brand lokal Stradenine asal Surabaya angkat bicara, mengungkapkan bahwa produk mereka yang dicatut dalam rilis publikasi nyatanya hanya dibanderol seharga Rp179 ribu hingga Rp300 ribu yang paling mahal di pasaran.

Di tengah tudingan mark-up yang liar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) akhirnya turun tangan memberikan penjelasan mengenai pagu anggaran hingga ancaman hukum bagi anak buahnya yang berani menyelewengkan dana pendidikan tersebut.

Baca juga: "Mama, Pentingkan Rumah Dulu" Pesan Terakhir Mandala Pakai Sepatu Kekecilan Demi Bantu Ibunya

Diketahui pengadaan sepatu untuk Sekolah Rakyat yang dikelola Kemensos itu dengan harga Rp700 ribu per pasang.

Total anggaran untuk pengadaan mencapai Rp27 miliar, memicu pertanyaan tajam soal efisiensi dan transparansi penggunaan dana negara.

Adapun sorotan juga tertuju kepada brand sepatu lokal Stradenine yang produknya ikut dicatut dalam sejumlah rilis publikasi terkait program Sekolah Rakyat tersebut.

 

Selisih harga Rp521 ribu per pasang ini pun langsung memicu banyak tudingan mark-up warganet di media sosial.

Setelah namanya ikut menjadi sorotan publik akibat kontroversi pengadaan sepatu program Sekolah Rakyat tersebut, Stradenine selaku brand sepatu yang ikut dicatut pun buka suara.

Klarifikasi Stradenine

Melalui unggahan resmi di Instagram, Stradenine langsung memberikan klarifikasi tegas.

Stradenine juga membenarkan harga asli produk tersebut hanya Rp 179.900.

Stradenine juga menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki hubungan keterkaitan dengan program sepatu Sekolah Rakyat dengan nominal Rp 700 ribu sepasang tersebut.

Tak Ada yang Dibanderol Rp 700 Ribu

Stradenine juga menegaskan bahwa brand mereka selalu mengutamakan harga yang terjangkau bagi semua kalangan.

"Stradenine memiliki visi untuk menjadi brand lokal Surabaya yang dapat dijangkau oleh semua kalangan. Sudah lebih dari 1 juta pasang sepatu kami melangkah di seluruh Indonesia." ungkap pihak Stradenine.

Pihak Stradenine juga menegaskan harga sepatu mereka tak mencapai nominal Rp 700 Ribu sepasang yang dihujat warganet 

"Semua sepatu Stradenine dapat dimiliki dengan harga dari Rp100.000-an sampai dengan Rp300.000-an per pasang." tegas Stradenine.

Latar Belakang Kontroversi
 
Kontroversi ini bermula ketika dokumen perencanaan pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat 2026 viral dan ramai dibicarakan di media sosial.

Program ini merupakan inisiatif Kemensos untuk menyediakan kebutuhan dasar siswa, termasuk sepatu, seragam, dan perlengkapan sekolah lainnya.

Adapun program ini dianggarkan guna mendukung akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. 

Total pengadaan disebut mencapai sekitar 39.345 pasang sepatu.  

Namun, pagu anggaran Rp700 ribu per pasang dianggap sangat tinggi oleh publik, terutama di tengah semangat efisiensi anggaran negara yang sering digaungkan pemerintah.

Banyak pihak mempertanyakan mengapa tidak menggunakan mekanisme pengadaan yang lebih kompetitif sejak awal, serta minimnya spesifikasi teknis detail dalam dokumen.

Klarifikasi Mensos Saifullah Yusuf

Menanggapi kontroversi pengadaan sepatu tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf pun turut angkat bicara. 

Terkait alokasi dana Rp700 ribu per pasang sepatu yang menuai sorotan, sosok yang akrab disapa Gus Ipul ini menjelaskan bahwa angka tersebut hanyalah alokasi pagu awal.

Harga final nantinya akan ditentukan melalui mekanisme lelang yang transparan.

"Untuk harga, tentu itu nanti kan alokasinya. Nanti ada proses lelang dan lain sebagainya, bisa jadi harganya lebih murah dari alokasi yang ada," jelas Gus Ipul dalam rekaman video yang diunggah Kemensos pada Kamis (30/4/2026).

Tak hanya itu, Gus Ipul juga melayangkan peringatan keras kepada seluruh jajarannya di Kementerian Sosial agar tidak bermain-main dengan anggaran bantuan siswa Sekolah Rakyat.

Ia menegaskan tidak akan memberi toleransi jika ditemukan adanya praktik penyelewengan.

"Jika ada pelanggaran, saya sendiri tidak segan-segan akan melaporkan ke aparat penegak hukum," tegasnya.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini juga memastikan bahwa seluruh anggaran, baik untuk makanan, seragam, hingga sepatu, ditujukan sepenuhnya untuk kepentingan siswa dan operasional sekolah.

Gus Ipul Ajak Masyarakat Mengawasi

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga mengapresiasi peran serta publik yang terus memantau kinerja Kemensos, khususnya terkait isu pengadaan sepatu ini.

Baginya, pengawasan dari masyarakat merupakan pilar penting di samping pengawasan lembaga resmi guna memastikan bantuan tersalurkan tanpa celah penyimpangan.

Baca juga: Kembangkan K-Shoes Clean, Muslikhun Bikin Jasa Cuci Sepatu yang Bisa Jadi Sandaran Ekonomi Keluarga

"Jangan melakukan penyimpangan, jangan mau diintervensi oleh siapa pun. Soal harga detailnya nanti bisa dikawal bersama-sama," imbuhnya.

Gus Ipul juga memaparkan komitmennya bersama Wakil Menteri Sosial (Wamen) untuk menjaga integritas dengan tidak mengintervensi proses pengadaan barang apa pun.

"Saya dan Pak Wamen telah berkomitmen untuk tidak akan ikut-ikut dalam proses pengadaan. Lakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang ada," pungkas Gus Ipul

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.