Tangis Pilu Shofi Merasa Ditipu, Sempat Relakan Istri dengan Kiai Tersangka Asusila
Kiki Novilia May 05, 2026 12:19 AM

Tribunlampung.co.id, Pati - Pria bernama Shofi tak kuasa menahan tangis saat mengingat kelakuan seorang kiai bernama Ashari. 

Bukan tanpa alasan, kiai pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, itu menjadi tersangka asusila. 

Ia diduga melakukan tindak asusila terhadap puluhan santriwatinya bahkan ada yang sampai hamil. Tak hanya santriwati, para istri pengikutnya pun menjadi sasaran. 

Karena itu, warga menggeruduk kediaman tersangka pada Sabtu siang (2/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Shofi mengungkap borok pelaku.

Dia mengaku sudah mengabdi kepada Ashari selama 11 tahun sampai akhirnya dia sadar dan melepaskan diri pada 2018.

Baca juga: Kiai Tersangka Kasus Asusila Tak Ditahan Sejak 2024, Korbannya Ditaksir Tembus 50

Kepada wartawan, Shofi mengungkapkan bahwa dirinya bukan hanya saksi, melainkan juga korban pemerasan secara finansial. 

Selama lebih dari satu dekade, ia dipaksa "sambatan" alias bekerja tanpa upah. Tenaganya dieksploitasi untuk mendirikan bangunan-bangunan mulai dari musala hingga pondok, tanpa kompensasi upah.

Bahkan, dia malah diperintah untuk berbohong kepada orang tuanya sendiri demi mengalirkan uang kiriman kepada tersangka.

Selain itu, Shofi menyebut Ashari sering kali menyalahgunakan statusnya untuk melakukan pelecehan. Ashari mengaku sebagai keturunan nabi yang harus dimuliakan.

"Katanya dunia seisinya ini dari 'nur' Kanjeng Nabi. Itu memang ada hadisnya. Tapi ditambah-tambahi sama dia. Doktrinnya itu, dunia seisinya ini halal bagi keturunan Nabi. Jadi seumpama istri (pengikut) dinikahi dia pun, katanya halal. Jadi umpama saat itu istri saya dikawin dia, saya juga merelakan karena percaya," ungkapnya dengan nada menyesal, dikutip dari TribunJateng, Senin (4/5/2026). 

Shofi juga mengaku kerap menyaksikan perilaku asusila tersangka yang sering mencium jidat, pipi,hingga bibir para santriwati di depan umum, namun selalu didiamkan oleh sekitarnya karena rasa takut dan fanatisme.

"Termasuk istri saya kalau salaman juga dicium pipi kanan kiri, jidat, sama bibirnya. Santriwati saya lihat hampir semua juga mengalami. Kalau berzina kan tidak ada yang lihat," kata dia sembari tampak menahan tangis.

Kasus ini kini telah ditangani oleh Sat Reskrim Polresta Pati dan memasuki tahap penetapan tersangka. 

Shofi berharap kesaksiannya dapat mendorong korban-korban lain yang masih takut untuk berani bersuara agar praktik manipulasi di pesantren tersebut benar-benar berakhir.

Menurut dia, sosok Ashari kerap memutar balikkan fakta jika ada korban yang hendak bersuara.

"Seperti korban yang melapor ke polisi ini, malah dia bilang sebagai santriwati yang nakal," ucap Shofi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.