Perkembangan Teknologi, Tantangan dan Peluang Guru sebagai Kreator Konten Edukatif
Glery Lazuardi May 05, 2026 01:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-  Perkembangan teknologi digital dalam beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. 

Dalam konteks Society 5.0, guru tidak lagi hanya mengajar di kelas, tetapi juga mulai mengembangkan peran sebagai kreator konten edukatif (EduCreator) melalui platform digital. 

Perubahan lanskap pendidikan di era digital menuntut guru terus beradaptasi dan mengembangkan kapasitas diri.

“Peran guru hari ini tidak cukup hanya mengajar. Guru juga perlu hadir sebagai fasilitator pembelajaran, mentor dalam membimbing proses berpikir, sekaligus motivator bagi peserta didik. Di era digital, peran sebagai EduCreator menjadi salah satu cara bagi guru untuk berbagi pembelajaran dan menjangkau lebih luas,” ujar Founder Guru Satkaara Berbagi (KGSB) Ruth Andriani, dalam webinar Hari Pendidikan Nasional 2026.

Webinar ini bertema 'Guru sebagai EduCreator: Peran Pendidik sebagai Fasilitator, Mentor, dan Motivator di Era Society 5.0 itu merupakan kerja sama KGSB dengan Mentari Groups (PT Mentari Books Indonesia) dilaksanakan secara daring belum lama ini.

Ruth Andriani menambahkan bahwa transformasi ini tidak hanya tentang penguasaan teknologi, tetapi juga cara guru memaknai proses belajar.

Dalam peran sebagai EduCreator, guru juga menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, penting bagi guru memahami tujuan pembelajaran yang ingin disampaikan serta tetap peka terhadap kebutuhan peserta didik agar konten yang dibuat relevan dan mudah dipahami. 

Tidak Terbatas di Ruang Kelas

Bunga Mega, Head of Marketing Communications Mentari Groups, menjelaskan bahwa perubahan cara belajar di era digital turut mendorong berkembangnya peran guru, termasuk sebagai EduCreator.

“Di era digital, peran guru tidak lagi terbatas di ruang kelas. Guru juga mulai memanfaatkan platform digital untuk menyampaikan pembelajaran secara lebih kreatif dan relevan,” jelasnya.

Menurutnya, konten edukatif yang dikemas dengan pendekatan yang tepat tidak hanya membantu pemahaman materi, tetapi juga berperan dalam membentuk cara berpikir dan karakter peserta didik.

Melengkapi perspektif strategis tersebut, sesi kedua menghadirkan EduCreator Fikri Suhardi yang membagikan pendekatan praktis dalam membangun konten edukatif. Ia mengulas proses mulai dari menemukan niche, mengembangkan ide, hingga mendistribusikan konten secara efektif di platform digital.

“Yang paling penting adalah menentukan fokus atau niche terlebih dahulu. Dari situ, kita bisa lebih mudah mengembangkan ide dan menyampaikan pesan yang jelas. Prosesnya memang tidak instan, perlu konsistensi dan evaluasi agar konten yang dibuat tetap relevan dan berdampak,” ujar Fikri.

Tambahan perspektif praktis ini memberikan gambaran utuh bahwa sebagai kreator konten edukatif bukan sekadar tren, melainkan sebuah proses yang membutuhkan strategi, konsistensi, dan refleksi diri.

Peserta diajak untuk tidak hanya fokus pada aspek teknis pembuatan konten, tetapi juga pada kejelasan tujuan dan dampak yang ingin dihasilkan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.