Korban Keracunan Hidangan Pamitan Calon Haji di Tlogoadi Sleman Bertambah, 43 Orang Bergejala
Muhammad Fatoni May 04, 2026 11:03 PM

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kasus dugaan keracunan pangan massal yang menimpa warga Pedukuhan Toragan, Tlogoadi, Mlati, Kabupaten Sleman terus bertambah.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, hingga Senin (4/5/2026) petang jumlah warga yang melapor karena mengalami gejala medis terus naik akibat mengonsumsi hidangan yang dibagi saat acara pamitan calon haji. 

Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Sleman, dr Khamidah Yuliati, mengatakan pihaknya bergerak cepat menangani kasus keracunan di Mlati ini dengan membuka posko darurat penanganan.

Data sementara hingga Senin pukul 16.36 WIB, jumlah korban yang mengeluhkan gejala berjumlah 43 orang.

Jumlah tersebut tersebar di beberapa layanan kesehatan.

Antara lain diperiksa di Puskesmas Mlati II ada 3 orang. Kemudian diperiksa di Posko Toragan 32 orang, RSA UGM 7 orang dan yang berobat mandiri 1 orang. 

"Semua rawat jalan. Tidak ada yang rawat inap," terang Yuli, Senin. 

Awal Mula Keracunan

Diketahui, peristiwa ini bermula saat warga Toragan, Tlogoadi menggelar syukuran pamitan calon haji di sebuah gedung dakwah pada Minggu (3/5/3026) pagi.

Suguhan makanan di acara tersebut berupa camilan dan nasi kotak yang menggunakan jasa katering asal Klaten.

Cemilan berisi lemper, pastel, donat dan sus.

Sedangkan nasi kotak/nasi box yang dibagikan didalamnya berisi nasi lauk ayam bakar, krecek plus jeroan, telur rebus, pisang dan lalapan timun. 

Baca juga: Dugaan Keracunan Hidangan Pamitan Calon Haji di Tlogoadi, Dinkes Sleman Periksa Sampel Makanan

Jumlah nasi kotak yang dipesan 250 dan mendapat bonus 6 porsi sehingga totalnya 256. 

Jumlah hidangan tersebut dibagikan kepada undangan warga Toragan yang hadir kurang lebih 110 orang.

Sisanya dibagi-bagikan kepada keluarga, tetangga, Yayasan, Ustaz, Linmas hingga anak-anak pemain bola warga lokal. 

Minggu malam, seusai menyantap hidangan, warga mulai bergejala. Yuliati mengungkapkan, gejala yang muncul berupa sakit perut, mules, diare, pusing, panas dingin hingga demam.

Tim medis telah mengambil beberapa sampel makanan, untuk dilakukan uji laboratorium demi memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Sampel kemudian dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Yogyakarta. 

"Sampel makanan yang diperiksa Laboratorium Balai Labkesmas Yogyakarta, yaitu ayam bakar, sambal goreng krecek plus jeroan dan feses dari salah satu korban," ujar dia.(*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.