Penemuan Mayat di Lapo Tuak, Warga Padati Lokasi, Penasaran Penyebab Pasti Meninggalnya Korban
Eko Setiawan May 04, 2026 11:07 PM

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG  - Kabar penemuan jenazah Alboin Hutahean (57) di salah satu lapo tuak di jalan Kijang Lama, Batu 6, Kota Tanjungpinang, langsung menyebar cepat ke masyarakat sekitar. 

Tak butuh waktu lama, puluhan warga berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk memastikan kebenaran itu.
 
Di depan ruko lapo tuak terlihat sangat ramai dan hiruk pikuk. 

Warga dan pengendara dari berbagai wilayah mulai memadati area sekitar lapo tuak. 

Kendaraan milik warga terparkir hingga memakan sebagian badan jalan.

Warga tampak penasaran melihat langsung kondisi di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
 
Meski kepolisian sudah memasang garis polisi untuk membatasi area penyelidikan, warga tetap berusaha untuk mendekati lokasi jenazah yang sudah ditutup daun pisang.

Banyak di antara mereka yang mencoba melihat ke dalam area lapo, sementara yang lain berkerumun di luar sambil saling bertukar cerita dan dugaan mengenai penyebab kematian korban.
 
"Saya baru dapat info dari teman kalau ada orang meninggal di sini, jadi saya langsung datang untuk melihat kondisi sebenarnya," kata seorang warga setempat, Abu.

Dia menyampaikan, ini merupakan kejadian yang jarang terjadi di sini, jadi warga sangat penasaran semua.

Kerumunan massa ini sempat membuat akses jalan di sekitar lokasi menjadi sedikit padat dan tersendat. 

Namun, situasi tetap terlihat kondusif. Warga tampak berbicara dengan nada pelan dan penuh rasa syok atas peristiwa naas tersebut.

Kehadiran massa yang begitu banyak juga membuat petugas keamanan harus bekerja ekstra keras untuk mengatur lalu lintas dan menjaga jarak aman agar proses olah TKP serta evakuasi jenazah dapat berjalan lancar tanpa gangguan.

Bahkan, sebagian warga masih bertahan di lokasi untuk menantikan informasi selanjutnya, meski jenazah Alboin Hutahean sudah dievakuasi ke RSUD RAT Tanjungpinang.

Sebelum meninggal dunia Alboin Hutahean (57) sempat pesan teh obeng.

Hal itu disampaikan rekan korban, Lopi saat ditemui Tribun Batam.id di lokasi kejadian. 

"Dia baru saja duduk di lapo tuak itu beberapa menit. Dia sudah pesan teh obeng, pesanan belum datang, korban terjatuh ke lantai," sebut Lopi, Senin (4/5/2026).

Lopi mengatakan, korban memang sering minum tuak ditempat tersebut setiap hari usai bekerja. 

Korban merupakan buruh bongkar muat di Pelabuhan Sri Payung. 

Korban merupakan warga Pompa Air,  Batu 2, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).

"Dia kerja di pelabuhan Sri Payung belum ada sampai sebulan. Tadi dia datang ke lapo tuak diantar kawannya menggunakan sepeda motor sekitar pukul 17.00 WIB," ungkapnya. 

Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur Iptu P Manurung mengatakan korban selama ini sering duduk di lapo tuak itu.

"Korban tiba-tiba terjatuh dari tempat duduk ke lantai," kata Manurung. 

Korban terjatuh ke arah belakang, hingga tak sadarkan diri di teras kedai lapo tuak.

Korban diketahui belum lama duduk di lapo tuak, dia baru pulang bekerja. 

"Korban belum sempat minum teh obeng yang dipesannya," kata dia.

Saat ini jenazah sudah dibawa untuk dilakukan visum ke Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib (RS RAT) Tanjungpinang

"Kami masih menunggu hasil visum dari RSUD RAT Tanjungpinang. Besok kita informasikan lagi," katanya.  (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.