Sepekan Tragedi KRL Bekasi Timur, Bunga dan Doa Masih Mengalir, Duka Belum Usai
Mursal Ismail May 05, 2026 12:03 AM

SERAMBINEWS.COM - Sepekan setelah tragedi KRL Bekasi Timur, duka masih terasa kuat di tengah masyarakat. 

Karangan bunga dan doa menjadi simbol empati sekaligus pengingat bahwa peristiwa tersebut meninggalkan luka mendalam, meski aktivitas telah kembali berjalan normal.

Aroma bunga masih terasa kuat di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Sepekan setelah kecelakaan antara KRL relasi Jakarta–Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek, jejak duka belum sepenuhnya hilang.

Karangan bunga masih berjejer di berbagai sudut stasiun, mulai dari halaman hingga area peron.

Di tengah aktivitas penumpang yang kembali normal, kehadiran bunga justru menghadirkan suasana hening dan penuh haru. Banyak penumpang melambatkan langkah saat melintasi titik-titik tersebut.

Selain bunga, pesan belasungkawa juga tampak ditempel di sejumlah area stasiun.

Baca juga: VIDEO - Aksi Berani Penumpang Wanita Lawan Pelecehan di KRL, Pelaku Terekam

Tulisan tangan hingga cetakan rapi menjadi bentuk empati masyarakat terhadap para korban. Sebagian penumpang bahkan berhenti sejenak untuk berdoa atau meletakkan bunga sebagai penghormatan terakhir.

Ningsih (30), warga Kalideres, mengaku sengaja datang untuk memberikan penghormatan. Ia mengaku suasana di lokasi membuatnya emosional, terlebih banyak korban berasal dari kalangan usia produktif.

Hal serupa dilakukan Sarah (22), warga Bekasi, yang membawa 16 buket bunga sebagai simbol jumlah korban meninggal dunia.

Ia juga menyampaikan bahwa sebagian bunga merupakan titipan dari rekan-rekannya, termasuk dari luar kota.

Meski demikian, rasa cemas masih dirasakan sebagian pengguna KRL. Sarah mengaku belum sepenuhnya nyaman kembali menggunakan kereta dan sesekali memilih moda transportasi lain.

Cerita lain datang dari Sabrina (24), pengguna rutin KRL yang memilih merayakan ulang tahunnya dengan mendoakan para korban di lokasi kejadian.

Baca juga: Masih Trauma PascaTabrakan KRL, Psikolog Beri Ulasan Hilangkan Rasa Kekhawatiran

Ia menyebut duka tersebut terasa dekat karena kesehariannya sebagai pengguna kereta.

Sementara itu, Amanda Devina (27) menilai karangan bunga bukan sekadar simbol duka, tetapi juga bentuk penghormatan, khususnya bagi para perempuan korban yang berjuang dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap doa yang disampaikan dapat mengiringi para korban ke tempat terbaik.

Sepekan berlalu, aktivitas di stasiun memang telah kembali normal. Kereta datang dan pergi seperti biasa.

Namun, bunga, pesan duka, dan doa yang terus mengalir menjadi penanda bahwa tragedi tersebut masih membekas di hati masyarakat.

Sebagai informasi, kecelakaan terjadi pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.52 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur.

Baca juga: VIDEO - Tangis Ibu Pecah! Anak Selamat dari Kecelakaan KRL Bekasi

Insiden melibatkan KRL nomor PLB 5568A dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.

Total korban mencapai 106 orang, dengan 16 orang meninggal dunia dan 90 lainnya mengalami luka-luka. Seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat. (*)

Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/05/04/19434981/kalian-semua-wanita-hebat-pejuang-yang-rela-berdesakan-demi-nafkah-dan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.