Program DAHSAT Jadi Andalan Pemkab Malang untuk Cegah Stunting Sejak Dini
Samsul Arifin May 05, 2026 12:14 AM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Lu'luul Isnainiyah

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemerintah Kabupaten Malang terus mengintensifkan upaya penanganan stunting melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (DAHSAT) yang diharapkan mampu menekan angka stunting yang saat ini berada di kisaran 6,52 persen, Senin (4/5/2026). 

Kegiatan ini diharapkan mampu mengurangi angka stunting di Kabupaten Malang. 

Kegaitan yang berlangsung di Ruang Rapat Anusapati, Pendopo Agung Kabupaten Malang itu dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Budiar Anwar. Kegaiatan ini mengusung tema 'Kelembagaan Dapur Sehat Atasi Stunting' sebagai upaya mengrangi angka stunting. 

Budiar menyampaikan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Malang saat ini di angka 6,52 persen.

Baca juga: Sukses Tekan Stunting Jadi 6,9 Persen, Lamongan Jadi Tujuan Study Banding Daerah Lain

Stunting Bukan Sekadar Tubuh Pendek

Melalui kegiatan ini, mantan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang itu, berharap bisa menekan angka stunting. 

"Stunting bukan sekedar masalah fisik yang pendek, melainkan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK)," kata Budiar. 

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Malang terus mendukung upaya penurunan angka stunting, di antaranya melalui kegiatan bedah rumah, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengadaan air bersih, zero Open Defecation Free (ODF), dan lainnya. 

Baca juga: Dukung Upaya Pencegahan Stunting, Nestle Indonesia Ungkap Dampak Nyata Program Pendampingan Gizi

DAHSAT Dorong Pola Konsumsi Sehat

Kemudian dengan adanya program DAHSAT, dikatakan Budiar merupakan sebuah gerakan edukasi dan pelatihan gizi untuk mendorong perilaku konsumsi masyarakat lebih sehat, beragam, dan berbasis pemanfaatan sumber daya lokal. 

"Kami ingin memastikan, masyarakat mampu memanfaatkan bahan pangan lokal yang murah dan mudah didapatkan akan tetapi tetap bergizi tinggi. Dengan ini pencegahan stunting bisa dilakukan sedini mungkin," urainya. 

Sebagaimana diketahui, sosialisasi ini diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Malang.

Narasumber yang dihadirkan pada sosialisasi ini meliputi Direktur Rumah Sakit Universitas Brawijaya, perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. 

Kegiatan ini juga diikuti sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), 33 Camat se-Kabupaten Malang, 33 Koordinator Wilayah Penyuluh Keluarga Berencana Kecamatan, Sekretaris TP PKK Kabupaten Malang, Yayasan Cipta Program Pasti Kabupaten Malang, dan seluruh jajaran DPPKB Kabupaten Malang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.