Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kronologis balita yang tewas tenggelam di kolam renang hotel di Bandar Lampung mulai terungkap. Peristiwa itu terjadi pada pagi hari, saat suasana hotel belum terlalu ramai.
Balita perempuan berinisial Spa (4 tahun 3 bulan) diduga berada di area kolam renang sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Kejadian ini membuat panik orang-orang di sekitar lokasi.
Saat ditemukan, korban diketahui berada di kolam renang dewasa dengan kedalaman sekitar 120 sentimeter. Usianya yang masih sangat kecil diduga membuat korban kesulitan saat berada di dalam air.
Pihak hotel sempat memberikan pertolongan pertama berupa CPR. Bahkan disebut sempat ada respons dari tubuh korban sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Namun, setelah mendapat penanganan medis, nyawa korban tidak tertolong. Dokter menyatakan korban meninggal dunia tak lama setelah tiba di rumah sakit.
Baca juga: Polisi Akan Panggil Manajemen Swiss-Belhotel Lampung Buntut Balita Tewas Tenggelam
Peristiwa ini pun kemudian ditangani pihak kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Satreskrim Polresta Bandar Lampung akan melakukan pemanggilan terhadap manajemen Hotel Swiss-Belhotel Lampung buntut balita tewas tenggelam.
"Besok kami rencananya akan memanggil pihak hotel untuk meminta keterangan pasca meninggalnya balita Spa yang berusia 4 tahun 3 bulan pada Jumat 1 Mei 2026 pukul 07.00 WIB," kata Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigin Andri Putranto saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (4/5/2026).
Polisi menerima laporan tersebut dari salah satu karyawan hotel, kemudian menindaklanjuti dengan melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara).
Pada saat itu korban sudah dibawa ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong.
"Kami dari Satreskrim bersama dengan Polsek Telukbetung Utara melakukan olah TKP terkait masalah tenggelamnya anak berumur 4 tahun 3 bulan tersebut," ujarnya.
Polisi melakukan serangkaian penyelidikan di TKP untuk mencari kebenaran dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.
"Untuk saat ini kami masih memeriksa beberapa saksi yang ada di TKP. Kami akan mendalami kasus ini lebih lanjut," kata Gigih.
Saat ditanya apakah hal ini termasuk unsur kelalaian dari pihak hotel, Gigih mengatakan, polisi akan mencoba mendalami lebih lanjut.
Sementara perwakilan dari Hotel Swiss-belhotel Lampung, Mario mengatakan, pihaknya tidak bisa menjelaskan lebih gamblang.
"Untuk terkait itu spoke personnya pak GM, saya tidak bisa eluarin statement apa-apa terkait itu," ucap Mario.
Ditanya lebih lanjut melalui sambungan chat whatsapp, pihaknya tidak membalas.
Sebelumnya, seorang balita perempuan berinisial Spa (4,3) diduga tewas tenggelam di kolam renang hotel mewah di Bandar Lampung.
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto mengatakan, kejadian pada hari ini Jumat (1/4/2026) pukul 07.00 WIB.
"Saat ini masih dalam proses penyelidikan dan masih pendalaman," kata Kompol Gigih Andri Putranto, saat dihubungi Tribun Lampung, Sabtu (1/5/2026).
Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan olah TKP bersama dengan Polsek Telukbetung Utara.
Atas inisiden ini Gigih mengucapkan duka mendalam dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
"Semoga almarhumah bocah perempuan tersebut husnul khotimah," ucapnya.
Korban meninggal dunia di kolam renang dewasa dengan kedalaman 120 centimeter.
Pihak hotel sempat melakukan tindakan CPR dan terdapat respon dari anak tersebut.
Korban lalu dibawa ke rumah sakit terdekat dan diberikan pertolongan tapi tidak ada respon dan dinyatakan meninggal dunia oleh dokter.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)