TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena memimpin apel peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Halaman Kantor Bupati Sanggau, Kalimantan Barat, Senin 4 Mei 2026.
Seluruh peserta apel menggunakan baju adat khas daerah.
“Hari ini kita melaksanakan upacara Hardiknas tahun 2026, seyogyanya kita peringati tanggal 2, tetapi karena bertepatan dengan hari libur dan cuti bersama sehingga kita laksanakan hari ini. Tentunya refleksi pemerintah daerah dalam dunia pendidikan, banyak hal yang tentunya harus kita butuh kolaborasi dengan pihak orang tua dan juga masyarakat dan para-para tokoh. Terutama para guru sebagai guru pendidik,"kata Susana Herpena.
Pemkab Sanggau lanjut Susana, memberikan apresiasi kepada beberapa anak-anak yang mendapatkan prestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Sanggau.
"Tentunya digitalisasi ini itu tidak membuat ruang mereka itu sempit, artinya luas, mereka dapat juara dalam standar internasional. Ini prestasi yang luar biasa, walaupun mereka tidak pergi langsung tetapi melalui zoom atau virtual ya,"ujarnya.
Susana mengatakan, pemerintah Kabupaten Sanggau berupaya dengan beberapa program menyelaraskan program pusat yang disampaikan dari Kementerian Pendidikan menjadi upaya, memang banyak tantangan.
Baca juga: Jelang Pensiun, 203 ASN di Lingkungan Pemkab Sanggau Ikuti Pembekalan
"Satu sisi situasi geografis kita ya dengan juga bangunan sekolah masih banyak yang perlu harus kita bangun, bukan hanya sekedar sumber daya manusia yang kita bangun. Tapi untuk infrastruktur, bangunan fisik dan juga tentunya sumber daya manusia. Yang tentunya kedepan bagaimana mereka bisa menjadi tenaga pendidik yang ahli, yang cerdas, bisa melatih generasi-generasi muda,"ujarnya.
Selain itu, banyak tantangan juga bagi generasi muda, terutama tentang bahayanya narkoba. Ini menjadi tugas bersama, mereka adalah generasi masa depan bangsa Indonesia. "Dimana kita lihat kondisi narkoba ini menjadi ancaman kita dalam dunia pendidikan. Kita melihat bukan lagi hanya di Kabupaten Sanggau, tapi secara nasional ini menjadi catatan kita,"tuturnya.
"Ini juga menjadi tanggung jawab kita bersama dengan media supaya memberikan arahan, dan edukasi mungkin melalui keluarga orang tua dulu, dan tentunya refleksi bagi kita. Sekarang tingkat kecerdasan anak-anak luar biasa dengan didukung teknologi. Artinya kita orang tua juga harus menyesuaikan,"tambahnya.
Susana menambahkan, beberapa program dari Kementerian akan di dorong terus dan melalui dinas pendidikan, diupayakan untuk bagaimana bersinergi. "Sehingga tujuan dunia pendidikan menuju Indonesia emas 2045 dan menuju Sanggau maju berkelanjutan dan berkeadilan bisa dicapai,"pungkasnya. (*)
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!