40 Personel Turun Tangan Sisir Sungai Kriyan Cirebon, Bocah 11 Tahun Masih Belum Ditemukan
Dwi Yansetyo Nugroho May 05, 2026 07:11 AM

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Suasana di bantaran Sungai Kriyan, Kota Cirebon, semakin menegangkan saat malam mulai turun.

Sebanyak 40 personel gabungan dikerahkan untuk menyisir aliran sungai dalam upaya menemukan seorang bocah berusia 11 tahun yang hanyut dan hingga kini belum ditemukan, Senin (4/5/2026).

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Cirebon, Andi Wibowo mengatakan, proses pencarian masih terus dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai unsur.

Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia vs China di Piala Asia 2026 Malam Ini, Main di Jeddah Arab Saudi


“Alhamdulillah proses pencarian masih kita lakukan bersama tim gabungan. Semua unsur terlibat, ada hampir 40 personel yang kita turunkan,” ujar Andi, saat diwawancarai di lokasi, Senin (4/5/2026).

Ia menjelaskan, dalam operasi tersebut turut terlibat unsur kepolisian, TNI, serta perangkat wilayah setempat seperti camat dan danramil.

“Ini Pak Kapolsek, Bu Camat, Pak Danramil, kemudian unsur-unsur internal juga hadir. Jadi memang untuk kondisi malam ini, kita akan melakukan kaji lapangan lagi terkait dengan proses pencarian terhadap korban hanyut,” ucapnya.

Meski pencarian dilakukan secara maksimal, Andi mengakui hingga saat ini tim di lapangan masih belum menemukan titik terang keberadaan korban.

Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia vs China di Piala Asia 2026 Malam Ini, Main di Jeddah Arab Saudi


“Mudah-mudahan nanti ada progres. Tetapi kalau memang sekiranya di lapangan belum mendapatkan titik terang, kita akan melanjutkan operasi SAR ini sampai dengan tiga hari ke depan,” jelas dia.

Ia menambahkan, upaya pencarian akan diperkuat mulai Selasa pagi dengan melibatkan lebih banyak unsur, termasuk masyarakat dan relawan.

“Mulai besok pagi juga kita akan lakukan bersama-sama dengan tim gabungan dari unsur kepolisian, TNI, kemudian juga masyarakat dan relawan untuk bisa segera mencari korban hanyut tersebut,” katanya.

Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia vs China di Piala Asia 2026 Malam Ini, Main di Jeddah Arab Saudi


Untuk area pencarian, tim gabungan kini memperluas penyisiran hingga ke bagian hilir sungai.

“Kondisi pencarian saat ini kita akan fokuskan sampai dengan muara, titik muara Kesunean. Mudah-mudahan nanti update progres dari teman-teman di lapangan mendapatkan hasil yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, peristiwa hanyutnya bocah tersebut bermula saat korban bersama tiga temannya bermain air di sekitar Jembatan Kesunean, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk.

Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia vs China di Piala Asia 2026 Malam Ini, Main di Jeddah Arab Saudi


Ketua RW 02 Mandalangan, Didi Supriadi mengungkapkan, arus sungai yang awalnya tenang berubah drastis setelah hujan turun.

“Berenang berempat. Waktu itu sebelum hujan, arus masih belum kencang. Tapi setelah hujan datang, arus jadi besar dan mereka terbawa,” ujar Didi.

Dari empat anak tersebut, dua berhasil selamat, sementara dua lainnya sempat terseret arus.

Satu anak berhasil menyelamatkan diri, sedangkan satu lainnya, Afandi Akbar (11), hingga kini masih dalam pencarian.

Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia vs China di Piala Asia 2026 Malam Ini, Main di Jeddah Arab Saudi


“Yang duanya selamat. Yang satu lagi sempat tersangkut di pintu air, tapi pas teman-temannya mau nolongin, dia terbawa arus lagi,” ucapnya.

Momen paling mengharukan terjadi saat korban berusaha bertahan di tengah derasnya arus.

“Dia sempat kelihatan tangannya minta tolong. Itu yang satu, namanya Afandi,” kata Didi.

Namun derasnya arus membuat teman-temannya tidak berani memberikan pertolongan.

Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia vs China di Piala Asia 2026 Malam Ini, Main di Jeddah Arab Saudi


“Anak-anak nggak berani nyemplung karena arusnya sudah besar,” tambahnya.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB hingga 16.30 WIB, bertepatan dengan turunnya hujan deras di kawasan tersebut.

“Antara jam 4-an. Setelah hujan turun, arus jadi kencang. Anak-anak mungkin nggak tahu, akhirnya terbawa,” ujarnya.

Lurah Kasepuhan, Paramayudha Kuswara, membenarkan adanya laporan tersebut.

Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia vs China di Piala Asia 2026 Malam Ini, Main di Jeddah Arab Saudi


“Dua orang hanyut, satu berhasil diselamatkan, dan satu lagi masih dalam pencarian,” jelasnya.

Pantauan di lokasi saat malam hari menunjukkan proses pencarian berlangsung intens di tengah keterbatasan cahaya.

Lampu penerangan darurat dinyalakan, sementara petugas berjaga dan berkoordinasi di sepanjang bantaran sungai.

Sejumlah personel juga bersiap melakukan penyisiran menggunakan perahu di titik-titik yang sulit dijangkau.

Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia vs China di Piala Asia 2026 Malam Ini, Main di Jeddah Arab Saudi


Warga sekitar tampak memadati lokasi dengan raut wajah cemas, menanti kabar keberadaan korban.

Upaya pencarian terus dilakukan, sementara harapan keluarga dan warga menggantung di derasnya arus Sungai Kriyan. 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.