Laporan Reporter SURYAMALANG.COM, Luthfi Husnika/Rifky Edgar
SURYAMALANG.COM, MALANG - Kursi kepelatihan Marcos Santos di Arema FC kini berada di ujung tanduk setelah timnya dipermalukan oleh rival bebuyutannya, Persebaya dan Persik Kediri.
Manajemen Singo Edan secara tegas menginstruksikan skuat untuk menyapu bersih sisa laga musim ini sebagai bentuk profesionalisme.
Ultimatum manajemen Arema FC itu muncul, di tengah euforia Persikmania yang mengiringi kepulangan bus tim Macan Putih dengan nyala flare kemerahan.
Berikut ulasan selengkapnya:
Posisi pelatih Arema FC, Marcos Santos, kini sedang berada di ujung tanduk pasca-gagal membawa kemenangan dalam dua laga Derbi Jatim.
Meskipun ia mampu membawa Arema FC bertahan di kompetisi Super League 2025/2026, namun kekalahan atas Persebaya Surabaya dan Persik Kediri menuai sorotan tajam dari Aremania.
Saat ini, klub berjuluk Singo Edan tersebut mengoleksi 39 poin dan berada pada urutan 11 klasemen sementara.
Meskipun dikatakan sudah dalam posisi aman dari degradasi, performa tim yang belum konsisten hingga akhir musim tetap menjadi perhatian serius.
Kalah dua kali beruntun menghadapi tim rival menjadi pukulan telak bagi Arema FC sebelum mengakhiri musim kompetisi.
Kondisi tersebut tidak hanya membuat tim merasa dipermalukan oleh rival, tetapi juga mengecewakan publik Malang, khususnya Aremania.
Kekalahan ini sekaligus memudarkan langkah Arema FC untuk menembus posisi lima besar sebagaimana target manajemen agar Singo Edan dapat meningkatkan persaingan di papan atas pada musim 2025/2026.
Pelatih asal Brasil, Marcos Santos, menilai posisi klasemen yang relatif nyaman justru berpotensi membuat pemain kehilangan fokus.
Marcos Santos menegaskan, timnya tidak boleh terlena dalam tiga laga sisa musim ini demi menjaga mental kompetitif dan memperbaiki posisi di klasemen akhir.
Baca juga: Blunder Lini Belakang Jadi Biang Kerok Kekalahan Arema FC Atas Persik Kediri
Selain itu, sisa pertandingan akan dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk menyongsong musim depan.
"Ya, perolehan poin memang menempatkan kami pada posisi yang nyaman, dan itu juga membuat kami mungkin lebih santai dalam dua pertandingan tersebut, dan itu tidak bagus, saya tidak menyukainya," kata Marcos kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (3/5/2026).
Lebih lanjut, Marcos Santos pun bicara mengenai target finish di akhir musim.
“Dalam beberapa pertandingan terakhir ini, kami harus berusaha untuk menang agar bisa finish dengan baik, berada di posisi yang lebih baik di klasemen".
Tiga laga di akhir musim nanti akan menjadi ajang pembuktian bagi Marcos Santos apakah ia masih layak menukangi Arema FC musim depan.
Manajemen sebelumnya telah mengultimatum untuk melakukan evaluasi besar-besaran setelah kekalahan atas Persebaya.
Namun, hasil negatif masih membayangi setelah mereka kembali dikalahkan oleh Persik Kediri pada Minggu (3/5/2026).
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan bahwa kekalahan dalam laga krusial ini akan menjadi bahan evaluasi total untuk menentukan masa depan tim.
Baca juga: Rekor Fantastis Persebaya di 3 Laga: Menang Plus Clean Sheet Lawan Malut United, Arema FC dan PSBS
Pria yang akrab disapa Inal tersebut menegaskan tidak ada ruang bagi hasil tidak maksimal di sisa musim dan menuntut tanggung jawab nyata dari seluruh jajaran pelatih serta pemain.
"Kami sangat memahami kekecewaan Aremania. Harapan besar semula ada pada laga derbi ini, sebab setelah tren positif saat melawan Persib. Namun hasilnya beda," kata Inal pasca-kekalahan atas Persebaya Surabaya.
"Untuk itu kami instruksikan secara tegas kepada tim agar empat laga tersisa harus menghasilkan poin maksimal sebagai pembuktian profesionalisme mereka," tegasnya mengakhiri.
Di tempat lain, Mess Persik Kediri berubah memerah akibat nyala flare saat ribuan Persikmania menyambut kepulangan skuad Macan Putih, Minggu (3/5/2026).
Euforia besar ini merupakan bentuk apresiasi suporter atas kemenangan bersejarah, dalam laga Derbi Jatim melawan Arema FC.
Tiga poin yang didapatkan Persik dari Gresik itu, berhasil memicu gelombang penjemputan massa.
Antusiasme ribuan suporter sudah terlihat sejak rombongan tim memasuki wilayah perbatasan Kediri-Nganjuk.
Sepanjang jalur yang dilalui, massa suporter memadati sisi jalan untuk memberikan sambutan langsung kepada tim berjuluk Macan Putih, serta mengiringi perjalanan bus tim hingga tiba di Mess Persik Kediri dengan penuh semangat.
Momentum ini menjadi bukti kuatnya ikatan emosional antara tim dan pendukung.
Tidak hanya sekadar menyambut, Persikmania menjadikan momen tersebut sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan pemain di lapangan.
Setibanya di mess, suasana semakin meriah dengan ribuan suporter yang berkumpul, menyalakan flare berwarna merah, serta menyanyikan chant kebanggaan yang menggema di sekitar lokasi.
Baca juga: Aremania Ngamuk Sambil Bakar-bakar, Buntut 2 Kali Kalah Derby Jatim, Dibungkam Persebaya dan Persik
Sorak-sorai pecah saat para pemain turun dari kendaraan; suporter tampak berdesakan untuk mendekat, mengibarkan bendera, hingga mengabadikan momen kemenangan yang dinilai sangat bersejarah tersebut.
Salah satu Persikmania, Dwi, mengungkapkan rasa bangganya atas kemenangan tim kebanggaan mereka dan menyebut momen ini sudah lama dinantikan.
"Ini kebanggaan luar biasa bagi kami. Ini kemenangan yang sudah kita tunggu. Perjuangan pemain di lapangan terbayar, dan kami ingin merayakan langsung bersama tim saat tiba di Kediri," kata Dwi.
Di sisi lain, perwakilan pemain Persik Kediri, Adi Eko Jayanto, menilai sambutan meriah tersebut menjadi tambahan motivasi bagi tim untuk terus tampil maksimal di laga berikutnya.
Adi menegaskan, kemenangan atas Arema FC merupakan hasil kerja keras seluruh pemain yang dipersembahkan untuk masyarakat Kediri dan para pendukung setia.
"Kemenangan ini untuk warga Kediri dan Persikmania" ungkap Adi.
"Pada pertandingan berikutnya, kami akan terus bekerja keras untuk meraih hasil kemenangan, termasuk di laga home nanti menghadapi Persija Jakarta," lanjutnya.
Euforia kemenangan ini pun menjadi energi baru bagi Persik Kediri dalam menghadapi sisa kompetisi, sekaligus mempertegas dukungan luar biasa dari Persikmania yang selalu hadir dalam setiap perjalanan tim.
Sebaliknya, suasana berbeda terjadi di Malang, Aremania melakukan protes dengan menggeruduk kantor Arema FC.
Aksi tersebut mencuat, tidak lama setelah Singo Edan kalah dari Persik Kediri 2-3, dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik.
Menurut kesaksian warga sekitar, massa sudah mulai berdatangan pada Minggu malam, sekitar pukul 19.30 WIB.
Kedatangan Aremania yang menggeruduk kantor Arema FC tersebut, diiringi dengan aksi bakar-bakar di jalan raya serta penempelan poster bernada protes di kaca depan Arema FC Official Store.
Baca juga: Respek Persebaya Menang Telak 4-0, Ajak PSBS Biak Nyanyikan Song For Pride Usai Lawan Degradasi
Poster tersebut bergambar pemain Anwar Rifai dan pelatih Marcos Santos.
"Kami kecewa berat. Arema mainnya jelek. Intinya manajemen dan pelatih harus tanggung jawab atas kekalahan ini. Lawan rival harusnya menang," ungkap salah seorang Aremania yang enggan disebutkan namanya.
Kejadian ini sempat menyebabkan kemacetan di Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang, hingga arus lalu lintas dialihkan.
Meski sisa-sisa benda terbakar masih terlihat di halaman kantor, situasi dinyatakan kondusif sejak pukul 21.30 WIB setelah massa meninggalkan lokasi.
Aksi serupa sebelumnya juga pernah terjadi pada Selasa (28/4/2026) saat kalah dari Persebaya, namun kali ini eskalasi protes meningkat dengan adanya aksi pembakaran.