Insanul Fahmi Bingung Mawa Minta Cabut Laporan Ilegal Akses untuk Syarat RJ: Apa Kaitannya?
Nuryanti May 05, 2026 07:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Konflik antara pengusaha asal Medan, Insanul Fahmi dengan istrinya Wardatina Mawa masih terus berlanjut.

Kasus dugaan perzinaan yang dilaporkan Wardatina Mawa di Polda Metro Jaya sampai saat ini juga belum dicabut oleh sang konten kreator.

Pada Senin (4/5/2026), Insanul Fahmi mendatangi Polda Metro Jaya untuk membahas soal restorative justice (RJ) atau perdamaian dengan pihak Mawa.

Secara mengejutkan pihak Mawa memberikan syarat agar terjadinya perdamaian.

Syarat tersebut yakni dicabutnya laporan ilegal akses di Bareskrim Polri yang sebelumnya dilaporkan oleh Inara Rusli.

Insanul Fahmi dibuat bingung dengan syarat tersebut lantaran merasa Mawa tak ada kaitannya dengan kasus tersebut.

Pihak Insanul merasa bahwa Mawa hanya sebagai saksi karena menerima rekaman CCTV yang berisikan dugaan hubungan intim dari seseorang yang kemudian dijadikan bukti atas laporannya soal perzinaan.

"Itu yang jadi pertanyaan kita juga, persyaratannya adalah mencabut laporan yang ada di Bareskrim."

"Itu kita jadi bertanya-tanya juga kan, kenapa? Apa kaitannya?," ucap Insanul, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment.

Disampaikan Insanul, bahwa pihak Mawa sebelumnya juga sudah menyatakan bahwa tak ikut terlibat dalam pengambilan rekaman CCTV di rumah Inara.

"Kemarin kan udah keluar statement juga bahwasannya tidak ada keterkaitan, mereka sendiri yang bilang, tapi kenapa syaratnya harus dicabut," ujarnya.

Baca juga: Respons Wardatina Mawa usai Inara Rusli Mengaku Tak Menyesali Perbuatannya

Di sisi lain, Insanul masih tetap menginginkan adanya perdamaian.

Ia menyebut bakal membicarakan persoalan tersebut lagi secara tertutup dengan pihak mawa.

"Ini kan sebenarnya udah melibatkan banyak pihak ya, tentunya harus dibicarakan lagi lah secara tertutup seperti apa," tuturnya.

Masalah ini diketahui berawal dari Mawa membongkar dugaan perselingkuhan Insanul dengan Inara Rusli.

Pernikahan siri antara Inara dan Insanul akhirnya terbongkar hingga menjadi polemik.

Pasalnya, Mawa sebagai istri sah Insanul tak mengetahui mengenai pernikahan tersebut.

Masalah tersebut pun harus melebar ke jalur hukum, Mawa melaporkan dugaan perzinaan, sementara Inara melaporkan soal ilegal akses CCTV.

Alasan D Mau jadi Saksi Kunci dalam Kasus Ilegal Akses CCTV

Penyidik Mabes Polri sendiri telah menetapkan mantan sopir Inara, Agung Maryanto sebagai saksi dalam kasus ini.

Namun, pihak Inara menyesalkan keputusan penyidik yang hanya menetapkan satu orang tersangka.

Pihaknya kini membawa seorang saksi kunci berinisial D, yang disebut mengetahui fakta lebih jelas di balik kasus ilegal akses ini.

Disinggung alasan D mau menjadi saksi, kuasa hukum Inara, Dedy DJ menguraikannya.

"Panggilan hati ya kan, dia terpanggil untuk membuat persoalan konstruksi hukum ini lebih terang benderang. Supaya keadilan, kepastian hukum bisa betul-betul diterima oleh korban gitu," terang Dedy, dikutip dari YouTube Cumicumi.

Ia menegaskan, aktor intelektual dalam kasus ilegal akses ini juga harus ditangkap.

"Kita minta ya proses penegakan hukum di Bareskrim Polri yang berkaitan dengan ilegal akses ini jangan hanya korban yang ditetapkan sebagai tersangka, kita butuh aktor intelektualnya," seloroh Dedy.

Baca juga: Kini Ikhlas Diselingkuhi Insanul Fahmi, Wardatina Mawa Akui Sudah Memaafkan: Pelan-pelan Berproses

Dedy meyakini, Mawa, istri sah Insan bahkan juga menjadi korban dalam hal ini.

"Justru M sendiri sebetulnya ada indikasi patut diduga juga dia menjadi bagian dari korban. Karena korban keserakahan, jadi masuk dalam perangkapnya pelaku gitu," sambungnya.

Sebelumnya, Dedy memberikan update terkait kasus ilegal akses Inara Rusli.

"Terkait laporan di Mabes Polri kita sudah mengantongi inisial A sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana ilegal akses atau pencurian CCTV di rumah Inara Rusli," jelas Dedy.

Ia kemudian menyampaikan keberatannya dengan penetapan tersangka A itu.

"Kami jujur ya, kalau hanya inisial A yang ditetapkan sebagai tersangka, kami sangat keberatan ya. Di mana kepastian hukum, di mana keadilan bagi korban?" selorohnya.

Dedy mengaku telah mendesak polisi untuk membuka kasus ini secara terang-benderang.

"Sehingga kami menyiapkan surat ke Mabes Polri ya untuk meminta kepada Mabes Polri dibuka seluas-luasnya, jangan sampai ada yang ditutupin ya," imbuhnya.

Pihaknya kembali menguraikan sejumlah inisial yang terkait dengan kasus ini.

"Inisial yang saya sampaikan, ada inisial A, inisial S, inisial M, inisial V, ada inisial Y, kan ada inisial istrinya A. Ini kita minta dibuka handphone secara clear, biar lebih terang-benderang siapa orang-orang yang terlibat gitu loh," paparnya.

(Tribunnews.com/Ifan/Salma)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.