TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Komisi II DPRD Jembrana bersama Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan menggelar rapat kerja, Senin 4 Mei 2026.
Adalah membahas soal kelanjutan rencana mega proyek pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan yang masuk sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Saat ini, rencana proyek yang digawangi Pemerintah Pusat langsung tersebut masih dalam proses tender dan menemui kendala pada mekanisme.
Menurut informasi yang diperoleh, setelah tahap tender dibuka hingga saat ini baru sebanyak empat kontraktor yang mengajukan penawaran ke pemerintah pusat.
Baca juga: Tim Pansus DPRD Bali Sidak Resort Mewah Plataran di Buleleng, Ini Hasilnya
Jika sesuai ketentuan, minimal jumlah kontraktor yang mengajukan penawaran sebanyak tujuh.
Sehingga masih ada kekurangan untuk memenuhi ketentuan tersebut pada tahap tender.
"Segala prosesnya jadi kewenangan pemerintah pusat. Mengingat ini (PPN Pengambengan) masuk proyek strategis nasional (PSN). Namun, dari Kabupaten juga berkontribusi terkait sarana pendukungnya mulai dari lokasi, kesiapan masyarakat hingga administrasi dan lainnya," kata Ketua Komisi II DPRD Jembrana, I Ketut Suastika saat dikonfirmasi, Senin 4 Mei 2026.
Pria yang akrab disapa Cuhok ini melanjutkan, sesuai informasi yang diperoleh saat ini sudah memasuki proses tender.
Hanya saja masih ada kendala soal jumlah kontraktor yang mengajukan penawaran untuk mengikuti tender sebagai prosedur melanjutkan prosesnya.
“Syaratnya harus ada tujuh kontraktor yang melakukan penawaran. Saat ini baru ada empat yang masuk, sehingga masih kurang tiga. Itu yang menjadi kendala utama," ungkapnya.
Dia berharap, ke depannya persyaratan untuk melanjutkan tahapan tersebut bakal segera menemui solusi.
Mengingat Kabupaten Jembrana sendiri sudah sangat siap mendukung rencana proyek dengan anggaran Rp1 triliun lebih tersebut.
"Tentunya kami di Jembrana sudah siap mendukung penuh program pusat ini,” tegasnya.
Untuk diketahui, PSN pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan telah diwacanakan sejak tahun 2023 lalu.
Pelabuhan Nusantara tersebut rencana bakal menjadi pelabuhan berstandar internasional yang tentunya bakal menyerap tenaga kerja dan jadi potensi sumber PAD tambahan bagi Gumi Makepung.
Selain itu juga diharapkan mampu menyejahterakan warga sekitar terutama mendukung sektor UMKM yang bergerak di wilayah Jembrana khususnya Desa Pengambengan dan sekitarnya.