TRIBUNPEKANBARU.COM, ROHIL - Kasus demam berdarah dangue (DBD) di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) pada April 2026 meningkat drastis.
Hal ini disampampaikan Plt Kepala Dinkes Rohil, Maria Susanti ketika diwawancara Tribunpekanbaru.com. Sementara itu, jumlah kasus paling banyak ditemukan di Kecamatan Bangko.
Berdasarkan data per 30 April 2026, jumlah kasus DBD di Kabupaten Rohiil mencapai 244 kasus.
"Per April 2026 ini kasus DBD signifikan melonjaknya, data sampai dengan Bulan April 2026 itu data sebanyak 244 kasus," ujarnya.
Sementara itu pada tahun 2025 lalu, angka kasus DBD selama satu tahun di tahun 2025 jumlahnya mencapaimencapai 364 kasus.
Bila diperbandingkan, angka kasus DBD di Kabupaten Rohil pada tahun 2026 berpotensi meningkat lebih banyak dibandingkan jumlah kasus tahun 2025 lalu.
Baca juga: Polisi Dilarang Live Streaming di Medsos, Polri Dikritik: Harusnya Dibuat Aturan dan Petunjuk
Baca juga: Gejolak BBM di Riau, Harga Kebutuhan Harian Belum Terdampak
Dari jumlah kasus di tahun 2026, paling banyak kasus DBD di Kecamatan Bangko, Kabupaten Rohil.
"Per 30 April 2026 jumlah kasus DBD di Kecamatan Bangko sebanyak 35 kasus," ujar Maria.
Oleh karena itu, pada Selasa (5/5/2026) hari ini, Dinkes Rohil menggelar rapat bersama Kecamatan Bangko dan Puskesmas Bagansiapiapi untuk membahas langkah pencegahan penularan DBD.
Maria menjelaskan bahwa kasus DBD bisa dijaga dengan menjaga kebersihan lingkungan.
Maria mengatakan hingga saat ini, Dinkes Rohil belum menetapkan status Kejdian Luar Biasa (KLB) DBD di Kabupaten Rohil. (Tribunpekanbaru.com/Bynton Simanungkalit)