TRIBUNTRENDS.COM -- Seorang bocah perempuan yatim berinisial FM (5) ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah mobil yang terparkir di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Wundudopi, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu (2/5/2026). Peristiwa ini sontak mengejutkan warga setempat sekaligus menimbulkan duka mendalam.
Kejadian tragis tersebut bermula ketika korban ditinggalkan sendirian di dalam mobil oleh pengemudi yang diketahui merupakan salah satu pengurus panti asuhan Al Ikhlas. Saat itu, pengemudi menghadiri acara peresmian sebuah perusahaan.
Usai menghadiri acara tersebut, pengemudi bernama Nur Azizah kembali ke kendaraan dan menemukan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan mulut mengeluarkan busa. Ia pun segera membawa korban ke rumah sakit terdekat.
"Saya yang bawa, saya gendong langsung ke RS Hermina," katanya.
Namun, setibanya di rumah sakit, nyawa FM tidak dapat diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis.
Pihak kepolisian yang melakukan penyelidikan membenarkan adanya busa di mulut korban. Temuan tersebut juga didukung oleh hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).
Selain itu, dari hasil visum luar ditemukan adanya tanda kebiruan pada wajah korban yang diduga kuat akibat kekurangan oksigen saat berada di dalam mobil.
"Kami menemukan busa di TKP. Dari hasil visum luar oleh dr. Hermina, ada kebiruan di wajah, kemungkinan besar karena kehabisan napas," kata Kasat Reskrim Polresta Kendari, Welliwanto Malau.
Untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan dinas sosial serta pengelola panti asuhan guna melakukan autopsi di RS Bhayangkara Kendari.
"Atas perintah pimpinan, kami melakukan autopsi untuk penyelidikan lebih lanjut," jelasnya.
Seiring perkembangan kasus, pihak kepolisian telah meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan. Hal ini dilakukan setelah gelar perkara yang menunjukkan adanya dugaan unsur kelalaian dalam kejadian tersebut.
Meski demikian, polisi belum memastikan apakah penetapan tersangka akan dilakukan terhadap pihak tertentu, termasuk pengemudi yang meninggalkan korban di dalam mobil.
"Sudah naik tahapan sidik hasil dari mekanisme gelar perkara. Kami menduga kuat adanya unsur kelalaian dalam kejadian ini, sehingga saat ini tim sedang melakukan pendalaman lebih lanjut," ujar Welliwanto.
Saat ini, polisi juga masih menunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara Kendari serta memperkuat bukti melalui pemeriksaan laboratorium forensik di Makassar.
Baca juga: Supriadi Napi Korupsi Ngopi Bareng Bawahan di Kendari, Berawal dari Pertemuan Tak Sengaja di Masjid
Dalam proses penyelidikan, sedikitnya tiga orang saksi telah dimintai keterangan, termasuk pemilik panti asuhan tempat korban tinggal.
Di sisi lain, latar belakang korban turut menyisakan kisah pilu. FM diketahui telah tinggal di panti asuhan sejak bayi setelah dititipkan oleh seorang pria yang mengaku sebagai rekan ayahnya. Namun, identitas pria tersebut tidak pernah diketahui secara jelas.
Sejak saat itu, FM tumbuh besar di panti asuhan tanpa mengetahui asal-usul keluarganya. Salah satu pengasuh, Nur Laela, menyebut korban merupakan anak yang pendiam namun rajin membantu.
“Dia sangat ringan tangan. Kalau disuruh, dia langsung mau membantu mengurus bayi-bayi di sana," ujar Nur Laela dengan mata berkaca-kaca.
Kasus ini kini menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan anak serta dugaan kelalaian yang berujung pada hilangnya nyawa seorang bocah yang masih sangat kecil. (Tribun Trends/Tribunnews Bogor)