- Presiden Prancis Emmanuel Macron menyindir Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait operasi militernya di Selat Hormuz.
Macron menyebut operasi militer AS Project Freedom untuk mengawal kapal-kapal melintasi Selat Hormuz tidak jelas.
Atas hal itu Macron menegaskan bahwa Eropa tidak akan ikut campur dalam operasi militer AS tersebut.
Adapun sebelumnya Trump mengumumkan AS bakal menjalankan Project Freedom mengawal kapal-kapal melintasi Selat Hormuz.
Dalam menjalankan proyek tersebut, AS mengerahkan lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut serta kapal perang dan drone.
Selain itu sebanyak 15 ribu personel militer disiagakan untuk menjalankan Project Freedom.
Namun proyek Trump itu justru dicibir Macron karena dianggap tidak jelas.
Macron juga menegaskan bahwa Eropa tidak akan ikut serta dalam operasi AS di Selat Hormuz tersebut.
Macron mengatakan Eropa lebih memilih solusi diplomasi yang terkoordinasi daripada melakukan operasi yang tidak jelas.
"Kami tidak akan ikut serta dalam operasi militer apa pun dalam kerangka kerja yang menurut saya tidak jelas," ucapnya.
Pernyataan itu disampaikan Macron di sela-sela KTT Komunitas Politik Eropa di Armenia pada Senin (4/5) waktu setempat.
Meski begitu Macron tetap mendesak pembukaan kembali Selat Hormuz melalui kesepakatan yang adil.
Macron mendesak AS dan Iran untuk membuka Selat Hormuz secara terkoordinasi.