Renungan Harian Kristen Selasa 5 Mei 2026, 1 Yohanes 2:21, Tidak Ada Dusta Berasal Dari Kebenaran
Chintya Rantung May 05, 2026 12:54 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian keluarga kristen Selasa 5 Mei 2026.

Pembacaan alkitab terdapat pada 1 Yohanes 2:21.

2:21 Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.

Tema perenungan adalah Tidak Ada Dusta yang Berasal Dari Kebenaran.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.

Tidak ada orang yang suka didustai, tetapi banyak orang yang melakukannya. 

Berdusta adalah hal yang tidak baik, itu dosa. 

Mengapa? Kalau kita berdusta terhadap Tuhan Allah dan sesama berarti kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. 

Selain itu, kita menghina Tuhan Allah dan meremehkan sesama. 

Firman Tuhan Allah hari ini, frasa ‘tidak ada dusta’ (Yun: pseudos) yang berasal dari kebenaran (Yun: aletheia). 

Dengan kata lain, dusta itu di luar kebenaran dan menyangkalnya. 

Siapa pun yang berdusta atau berkata tidak benar atau menyimpang, melakukan dosa karena kebenaran disembunyikan atau ditutupi dan karakter orang itu adalah pendusta. 

Yohanes menuliskan hal ini bukan karena mereka tidak tahu tentang kebenaran, melainkan sebaliknya mereka tahu bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.
 
Mereka berdusta karena mereka telah mengetahui kebenaran namun menyangkal kebenaran tentang Yesus Kristus.

Para penyesat dan pengikutnya adalah pendusta yang hidup bersama dalam jemaat. 

Persekutuan berjemaat waktu itu diguncang dengan dusta-dusta dilakukan oleh para antikristus yang telah meresahkan jemaat. 

Karena itu Yohanes mempertegas dalam surat pastoralnya bahwa dusta adalah dusta, jangan ada dusta dengan menggunakan nama Yesus Kristus.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.

Firman Tuhan Allah hari ini mengajar kita untuk tidak berdusta. 

Janganlah sekali-kali kita berdusta sebagai satu persekutuan, apalagi satu keluarga. 

Karena kalau kita sudah saling mendustai dalam keluarga, keretakan mulai terjadi dan pintu perselisihan terbuka. 

Dan bila bobot dusta itu terlalu berat, kemungkinan perceraian dapat terjadi. 

Pola hidup jujur, terbuka, saling mengasihi dan saling memaafkan diharapkan terwujud pada semua anggota keluarga kita. 

Kiranya pesan firman Tuhan Allah kepada keluarga kita hari ini, memberi motivasi supaya kita jangan saling berdusta tapi hidup jujur, kudus dan taat pada firman-Nya. Amin.

Sumber: dodokugmim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.