Bayern Munchen Usir PSG dari Hotel Pilihan, Tim Luis Enrique Akhirnya Minggir ke Tempat Lain
Muhammad Nursina Rasyidin May 05, 2026 12:57 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Tengah pekan ini penggemar sepak bola Eropa akan kembali disuguhi duel di arena Liga Champions yang sudah sampai di babak semifinal.

Salah satu perhatian terbesar di kompetisi ini akan tersedot kepada duel antara Bayern Munchen dan PSG.

Bayern Munchen akan gantian menjadi tuan rumah untuk menjamu PSG di leg kedua semifinal Liga Champions Eropa pada Kamis (7/5/2026) di Allianz Arena.

Wakil Jerman nampaknya akan memeras segala keuntungan yang ada di tangan mereka untuk menghadapi PSG.

Salah satunya adalah mempertahankan tradisi menginap di salah satu hotel yang ada di sekitar stadion.

Baca juga: Takhayul PSG dan Atletico Jelang Leg Kedua Semifinal Liga Champions, Kompak Ributkan Masalah Hotel

Dikutip dari Bild, Bayern biasanya menginap di hotel bernama Infinity Hotel.

Infinity Hotel hanya berjarak sekitar 20 kilometer atau 15 menit saja dari Allianz Stadium.

Jarak itu disebut ideal untuk perjalanan menuju stadion pertandingan.

Masalahnya, hotel tersebut juga diincar PSG sebagai tempat menginap.

Tim arahan Luis Enrique ini juga punya sejarah besar dengan hotel tersebut.

FOTO TIM PSG- Foto tim PSG sebelum perandingan Piala Dunia Antarklub FIFA. Pemain bintang PSG, Khvicha Kvaratskhelia lebih memilih Lionel Messi daripada Cristiano Ronaldo dalam perdebatan abadi antara dua bintang terhebat sepanjang masa. Kvaratskhelia menegaskan bahwa ia lebih menyukai Messi daripada Ronaldo dalam hal pendapatnya tentang pemain terhebat sepanjang masa.
FOTO TIM PSG- Foto tim PSG sebelum perandingan Piala Dunia Antarklub FIFA. Pemain bintang PSG, Khvicha Kvaratskhelia lebih memilih Lionel Messi daripada Cristiano Ronaldo dalam perdebatan abadi antara dua bintang terhebat sepanjang masa. Kvaratskhelia menegaskan bahwa ia lebih menyukai Messi daripada Ronaldo dalam hal pendapatnya tentang pemain terhebat sepanjang masa. (Instagram/Khvicha)

PSG ternyata menggunakan hotel yang sama untuk menginap saat menjalani babak final Liga Champions Eropa musim lalu.

Hasilnya, Les Parisiens bisa menjadi juara di akhir kompetisi.

PSG jelas ingin menginap di tempat yang sama yang membuat mereka mendapatkan memori indah tersebut.

Namun pihak Bayern tak akan membiarkan itu terjadi.

Pelatih Bayern, Vincent Kompany, dan Direktur Olahraga mereka, Christoph Freund, bersikeras tim mereka-lah yang akan menginap di hotel tersebut.

Kompany menegaskan tak akan melepaskan keuntungan menjadi tuan rumah, termasuk soal pemilihan hotel yang akan digunakan.

"Ini adalah kota kami. Kami akan menginap di Infinity," kata Kompany.

"Kami tidak akan menyerahkan tempat itu."

"Ini adalah laga kandang kami dan kota ini milik kami," sambungnya.

Pada akhirnya, PSG tak jadi menginap di hotel tersebut.

Mereka memilih tempat lain untuk menginap dan mempersiapkan diri menjelang pertandingan semifinal.

Ousmane Dembele dan kawan-kawan akan menginap di Andaz Hotel yang terletak di Schwabinger Tor.

Jarak hotel tersebut dari Allianz Arena juga tak terlalu jauh.

PSG tak terlalu merugi dengan tidak berhasil mengamankan tempat menginap di hotel yang dituju.

PSG boleh saja tak mengantongi keuntungan di luar lapangan.

Namun mereka bisa memberikan jawaban terbaik dari atas rumput stadion.

Pasalnya PSG memperoleh keunggulan dari Bayern berkat kemenangan di leg pertama.

Mereka unggul tipis dari The Bavarians dengan skor 5-4.

Meski tipis, keunggulan tetaplah sebuah keuntungan yang bisa dimanfaatkan Les Parisiens.

Skenario terburuknya, PSG akan memaksakan hasil imbang yang otomatis akan membuat mereka lolos ke final.

Hal itu akan mempermudah peluang mereka mempertahankan gelar juara yang mereka raih musim lalu.

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.