- Ahmad (62), seorang imam Masjid As Salam di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, angkat bicara terkait insiden pengeroyokan yang menimpanya pada Rabu (29/4/2026) sekira pukul 15.30 Wita.
Peristiwa tersebut bermula saat Ahmad menegur anak-anak yang kerap membuat kegaduhan di dalam masjid, seperti bermain mikrofon hingga bersepeda di area dalam masjid. Ahmad mengakui sempat menjitak kepala anak tersebut sebagai bentuk teguran, namun ia membantah keras tuduhan penganiayaan berat.
Akibat teguran itu, Ahmad didatangi oleh pihak keluarga anak tersebut dan langsung dikeroyok oleh empat orang yang terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan. Ahmad mengaku dipukul dari belakang hingga terjatuh, kemudian diserang secara bertubi-tubi pada bagian wajah dan dada hingga ia mengalami pendarahan dan sempat tidak sadarkan diri.
Setelah kejadian, Ahmad melaporkan insiden tersebut ke Polsek Wara. Meski pihak keluarga anak juga melapor atas dugaan penganiayaan, Ahmad menegaskan bahwa hasil pemeriksaan awal polisi tidak menunjukkan adanya luka atau benjolan pada anak tersebut.
Hingga saat ini, Ahmad masih merasakan nyeri di bagian dada serta gangguan penglihatan akibat pengeroyokan tersebut. Pihak kepolisian menyatakan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan untuk mendalami kronologi serta dugaan keterlibatan para pelaku.