30 KK di Aceh Utara Masih Bertahan di Tenda Darurat, DTH Tak Kunjung Cair
Muliadi Gani May 05, 2026 12:54 PM

 

PROHABA.CO, ACEH UTARA - Puluhan kepala keluarga (KK) di Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, hingga Senin (4/5/2026) masih harus bertahan hidup di gubuk darurat pascabanjir yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.

Kondisi ini terjadi meski sudah sekitar enam bulan berlalu sejak bencana banjir besar yang berdampak luas bagi masyarakat setempat.

Para penyintas hingga kini belum menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) dan jatah hidup (Jadup) dari pemerintah.

Padahal, bantuan tersebut sangat diharapkan untuk membantu mereka memulai kembali kehidupan secara mandiri setelah kehilangan tempat tinggal.

Menariknya, para warga ini sebelumnya telah memilih skema bantuan DTH dibandingkan menempati hunian sementara (huntara) yang dibangun oleh pemerintah.

Keuchik Desa Lubok Pusaka, Janni, dikutip Serambinews.com, Senin (4/5/2026) menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan warga.

Mereka memilih menunggu pencairan DTH agar bisa membangun rumah sendiri, alih-alih tinggal di huntara yang disediakan oleh pemerintah.

Menurutnya, sebanyak 101 unit hunian sementara (huntara) yang dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah selesai dan sebagian besar sudah ditempati oleh warga terdampak banjir.

Baca juga: Koalisi Sipil Bireuen Gelar Aksi Ketiga, Warga Desak Pendataan Korban Banjir Lebih Akurat

Baca juga: Bupati Aceh Utara Salurkan DTH untuk 1.620 KK Penyintas Banjir Senilai Rp2,9 Miliar

Namun, masih terdapat sekitar 30 KK yang memilih bertahan di tenda darurat sambil menunggu realisasi bantuan DTH dan Jadup.

“Untuk huntara sudah selesai dibangun dan sudah ditempati.

Tinggal sekitar 30 KK lagi yang masih bertahan di tenda karena memilih DTH,” ujar Janni.

Kondisi para penyintas yang masih tinggal di tenda darurat kini semakin memprihatinkan.

Keterbatasan fasilitas, ketidaknyamanan tempat tinggal, serta ketidakpastian pencairan bantuan membuat mereka berada dalam situasi sulit.

Meski demikian, mereka tetap berharap pemerintah segera merealisasikan bantuan yang telah dijanjikan.

Warga juga menegaskan bahwa bantuan DTH dan Jadup sangat penting untuk membantu mereka bangkit kembali dan memulai kehidupan normal. 

Pemerintah desa pun terus mendorong agar proses pencairan bantuan dapat dipercepat, mengingat kebutuhan masyarakat yang semakin mendesak.

Dari total 764 KK di Desa Lubok Pusaka, sebanyak 543 KK tercatat terdampak langsung oleh banjir besar tersebut, menjadikan desa ini salah satu wilayah dengan dampak cukup parah di Aceh Utara.

(Serambinews.com/Jafaruddin)

Baca juga: Lantai Huntara Danantara Aceh Tamiang Amblas Sepanjang 12 Meter, Penghuni Terancam Bahaya

Baca juga: 20 Maret, Semua Pengungsi Harus Masuk Huntara, Penegasan Kasatgaswil PRR di Aceh Utara

Baca juga: Karyawan PT MPG Tetap Siaga, Jaga Pasokan Listrik Jelang Hari Buruh Internasional

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.