PG Rejo Agung Baru Disiapkan Jadi Ikon Wisata Heritage Kota Madiun
Alga W May 05, 2026 01:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Pemerintah Kota Madiun mematangkan konsep pengembangan pariwisata berbasis sejarah.

Salah satu yang kini didorong adalah potensi kerja sama wisata heritage di kawasan Pabrik Gula (PG) Rejo Agung Baru, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo, pada Selasa (5/5/2026).

Baca juga: Wacana Penambahan Kuota Siswa Sekolah Rakyat Jombang Jadi 300, Tunggu Regulasi Resmi

Plt Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun menilai, PG Rejo Agung memiliki daya tarik kuat sebagai destinasi wisata sejarah.

Hal itu tak lepas dari keberadaan bangunan-bangunan kuno, khususnya kompleks rumah dinas dengan arsitektur khas Belanda yang masih terjaga.

Selain nilai historis, posisi PG Rejo Agung Baru yang strategis juga menjadi pertimbangan.

Terletak di pintu masuk sisi utara, kawasan tersebut dinilai sangat potensial menjadi wajah awal Kota Madiun atau Kota Pendekar bagi para pengunjung.

"Saya mengkoneksikan rencana pembangunan Kota Madiun. Saat ini kami fokus menyiapkan Madiun sebagai kota pariwisata," ujar Bagus saat menghadiri Buka Giling di PG Rejo Agung Baru, Selasa (5/5/2026).

"Sejak 2023 sudah dimulai dengan Pahlawan Street Center, dan Rejo Agung ini menjadi pintu masuknya," imbuhnya.

Bagus mengungkapkan, komunikasi dengan pihak PG Rejo Agung telah dilakukan secara intensif.

Sejumlah rencana telah dibahas, mulai dari renovasi rumah dinas hingga penempatan lori atau lokomotif di area depan pabrik sebagai ikon yang memperkuat nuansa heritage.

Menurutnya, keterbatasan sumber daya alam di Kota Madiun menjadi alasan pemerintah harus lebih kreatif dalam mengoptimalkan potensi yang ada, termasuk sektor sejarah dan budaya.

"Kami sedang menyiapkan desain kawasan pintu masuk Kota Madiun di Rejo Agung. Ini akan menjadi daya tarik wisata baru," kata Bagus.

"Salah satunya dengan peningkatan aksesibilitas, seperti pembangunan trotoar yang nantinya bisa menjadi pedestrian baru dan terkoneksi dengan kawasan Rejo Agung," tambahnya.

"Ke depan juga akan ada rute kunjungan wisata di sini," jelasnya.

Sementara itu, General Manager PG Rejo Agung Baru Kota Madiun, Immam Nur Salamet menyatakan, pihaknya menyambut baik rencana kolaborasi tersebut.

Ia menyebut, komunikasi dengan pemerintah kota terkait pengembangan kawasan heritage sudah mulai berjalan.

"Untuk pariwisata, kami sudah beberapa kali bertemu dengan Pak Wali Kota membahas kawasan heritage. Kami mendukung program Pemkot, bahkan beberapa rumah dinas sudah kami renovasi. Nantinya akan disinkronkan dengan program pengembangan kawasan heritage dan eduwisata," ujarnya.

Immam menegaskan, PG Rejo Agung siap berkolaborasi untuk mendukung terwujudnya kawasan wisata sejarah yang terintegrasi di Kota Madiun.

"Kami menyambut baik dan sangat mendukung langkah Pemkot Madiun," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.