SURYA.co.id, SURABAYA - Dugaan praktik kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), dibongkar Polrestabes Surabaya.
Dalam sebuah video yang diunggah Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan, melalui akun resmi luthfie.daily Selasa (5/3/2026), berbagai barang bukti ditampilkan dalam penanganan perkara tersebut.
Mulai dari alat pencetak KTP beserta puluhan blangko kosong, kemudian Handphone, stempel, hingga laptop yang digunakan pelaku melancarkan aksinya.
Tampak sejumlah petugas memaparkan modus pelaku secara terstruktur.
Mulai dari manipulasi data peserta, aliran dana dari penampung terkumpul Rp 300 juta, sampai proses pengaturan sistem ujian dilakukan.
Pelaku yang juga terlihat memakai baju tahanan, juga ikut menerangkan cara mengerjakan soal ujian.
Diketahui pelaku berlatar belakang mahasiswa dari jurusan teknik mesin.
Dari pemaparan tersebut, Kombespol Luthfie menduga pelaku adalah pemain lama.
Sebab, selain sudah meluluskan 7 mahasiswa, dari 2023 sampai 2026,praktik joki melibatkan banyak orang. Setidaknya ada 8 pelaku diamankan polisi.
“Ganti foto ini piye (Ganti foto ini gimana),” tanya Kombespol Luthfie kepada pelaku.
Pelaku selanjutnya menunjukkan cara kerja pergantian dokumen serta foto peserta ujian, di depan Kombespol Luthfie.
“Nggak langsung jadi, ini berkali-kali pak, nyetak KTP sama daftar daftarnya,” tutur Pelaku.
Kombespol Luthfie juga menanyakan aksi pelaku selama mengerjakan semua proses, khususnya ketika cetak KTP, hanya dilakukan di rumahnya.
Pelaku juga membenarkan jika percetakan identitas kependudukan seharusnya dilakukan pihak berwenang di kantor kecamatan
“KTP itu mestinya nyetaknya di mana. Lho kok bikin di rumah. Kamu tahu kan kalau memang ada sindikat ini tahu dong. Nggak mungkin nggak tahu, minta stempel palsu minta KTP,” ucapnya.
Dalam video itu juga menyinggung soal penggantian foto peserta sebagai bagian dari modus operandi, yang diduga dilakukan untuk mengelabui sistem verifikasi identitas dalam ujian.
Kasus ini masih terus dikembangkan oleh Polrestabes Surabaya.
Polisi menduga kuat tindak kriminal tersebut dilakukan secara sindikat.