TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Duka masih terasa bagi keluarga dan kerabat setelah meninggalnya Alboin Hutahean.
Pria 57 tahun itu sebelumnya meninggal dunia di sebuah Rumah Toko (Ruko) lapo tuak di jalan Kijang Lama, Kota Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (4/5/2026) sekira pukul 17.20 WIB.
Seorang sahabat Alboin, Alex hingga hari ini masih syok dan sulit percaya dengan kepergian rekannya itu.
Bagi Alex, Alboin orangnya sangat baik dan mudah diajak berkawan.
"Dia sering panggil saya dan suka beli barang dagangan saya," kata Alex mengenang kepergian Alboin, Selasa (5/5/2026).
Alboin terlihat sangat baik-baik saja, bahkan sempat tertawa dan bercanda layaknya orang sehat sebelum meninggal dunia di lapo tuak.
"Sebelum meninggal sorenya masih canda gurau seperti biasa. Beliau memang orang baik," ujarnya.
Sebelum kejadian, Alboin diketahui memang baru pulang kerja dari Pelabuhan Sri Payung Tanjungpinang sebagai buruh.
Dia kerja di pelabuhan itu baru beberapa Minggu saja, belum ada sebulan.
Setiap hari Alboin Hutahean memang sering duduk di lapo tuak itu.
"Alboin ke lapo tuak kadang bersama rekan-rekan yang lain, kadang hanya seorang diri saja. Saya kurang paham apa dia sering minum tuak atau tidak," akunya.
Selama ini Alboin memang terlihat baik-baik saja.
Kondisi fisik dan perilakunya tetap terlihat normal dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan terjadi sesuatu yang buruk.
"Saya sering jumpa dia. Kadang di jalan kadang juga di area tempat kerjanya. Saya kan jualan keliling," kata dia.
Baginya, kepergian Alboin terjadi begitu cepat dan di luar dugaan.
"Sungguh ini sangat mengejutkan. Baru saja kami tertawa bersama, dalam sekejap dia sudah pergi selamanya," kenang Alex lagi.
Sementara Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol. Indra Ranu Dikarta, S.I.K., M.Si saat dikonfirmasi belum membeberkan penyebab pasti meninggalnya Alboin Hutahean.
Dia menyampaikan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah seluruh proses medis selesai dilakukan.
"Sampai dengan siang ini, kami masih menunggu hasil visum dari RSUD Raja Ahmad Tabib di Tanjungpinang," kata Indra. (TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng)