Sensus Ekonomi 2026, BPS Pangkalpinang Lakukan Pendataan Door to Door hingga Seluruh Masyarakat
Ardhina Trisila Sakti May 05, 2026 05:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 dengan pendekatan yang lebih komprehensif dibandingkan periode sebelumnya.

Pada pelaksanaan kali ini, pendataan tidak hanya menyasar pelaku usaha, tetapi juga mencakup seluruh lapisan masyarakat melalui metode door to door.

Kepala BPS Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri mengatakan sensus ekonomi merupakan agenda rutin yang digelar setiap 10 tahun sekali. Namun, pada tahun 2026 terdapat perluasan cakupan yang signifikan guna mendapatkan gambaran utuh kondisi sosial ekonomi masyarakat.

"Untuk 2026 ini bukan hanya pelaku usaha yang didata, tetapi juga seluruh masyarakat. Jadi nanti petugas akan datang langsung ke rumah-rumah, walaupun bukan pelaku usaha tetap akan kami data," ujar Dewi kepada Bangkapos.com, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, pendekatan ini dilakukan agar pemerintah memperoleh potret yang lebih menyeluruh terkait aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor informal yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau.

Tak hanya itu, sektor pertanian yang selama ini memiliki sensus tersendiri juga akan turut terintegrasi dalam pendataan kali ini. Menurut Dewi, masyarakat yang bergerak di bidang pertanian tetap akan didata bersama seluruh aktivitas ekonomi lainnya.

"Kalau sebelumnya ada sensus pertanian tersendiri, sekarang seluruh masyarakat akan didata. Baik yang memiliki kegiatan ekonomi umum maupun yang berprofesi sebagai petani," jelasnya.

Dewi menambahkan, pelaksanaan sensus ini bertujuan untuk mengukur perkembangan kegiatan ekonomi masyarakat dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Data yang dihimpun nantinya akan menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan ekonomi oleh pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional.

"Tentu ini untuk melihat sejauh mana perkembangan kegiatan ekonomi setelah 10 tahun berlalu. Data ini akan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan perekonomian ke depan," ungkapnya.

Melalui pendataan yang dilakukan secara langsung ke lapangan, BPS berharap hasil sensus mampu menghadirkan data yang akurat dan representatif. 

Dengan demikian, perencanaan pembangunan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran, sesuai dengan kondisi riil masyarakat.

Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat basis data nasional, sekaligus mendukung arah pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.