Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Raut bahagia tak bisa disembunyikan Wandhori saat rumahnya didatangi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (5/5/2026).
Dengan tulus ia menyampaikan terima kasihnya usai rumahnya mendapatkan program bedah rumah dari Pemprov Jawa Timur dalam momentum Hari Pendidikan Nasional.
Rumahnya yang dulu tak layak huni, kini sudah berubah menjadi lebih baik dan nyaman ditinggali bersama delapan anggota keluarganya.
“Alhamdulillah terima kasih ibu Gubernur telah memperbaiki rumah kami menjadi jauh lebih layak. Sebelumnya atap rumah saya bocor, plafon jebol dan juga dinding rembes,” tegasnya.
Ia jugaharus tidur di ruang depan karena tak memiliki kamar tidur karena kondisi rumah yang bocor atapnya juga dinding yang lembab.
Baca juga: Mantan Satpam Ngaku Pegawai Bank BUMN dan Tipu Pengusaha Modus Urus Kredit Rp 2 Miliar
Wandhori mengaku sudah 19 tahun bekerja sebagai tenaga keamanan di SMAN 2 Surabaya. Di rumah ini ia tinggal bersama istri, dua orang anaknya, saudara ipar dan juga mertua. Semuanya berjumlah delapan orang.
“Sebelumnya saya sebenarnya sudah ingin memperbaiki rumah, tapi memang tidak ada anggaran. Kondisinya juga sudah sangat tidak layak dihuni,” tegasnya.
“Sekarang sudah jauh lebih baik, lebih layak dan alhamdulillah terima kasih,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, tak hanya melihat hasil bedah rumahnya, namun Gubernur Khofifah juga membawa tumpeng untuk syukuran kecil-kecilan atas selesainya perbaikan rumah Wandhori.
Khofifah menegaskan perbaikan rumah Wandori telah dimulai sejak awal April 2026 dan saat ini progresnya telah mencapai 90 persen.
Baca juga: Ditinggal Sapu Halaman, Motor Satpam di Jombang Raib Digondol Maling, Pelakunya Terekam CCTV
Dikatakannya program ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam meningkatkan kesejahteraan seluruh insan pendidikan, termasuk tenaga penunjang sekolah.
“Program bedah rumah kali ini bersumber dari zakat yang dihimpun oleh jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Jatim bekerjasama dengan Baznas, yang kemudian disalurkan untuk membantu pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu),” tegas Khofifah.
Dikatakannya, program ini tidak hanya dilakukan di Surabaya. Tapi juga di 37 kabupaten kota lain di Jatim. Semua Kabupaten Kota masing-masing ada satu lokasi prgram bedah rumah.
Selain bedah rumah, dana zakat tersebut juga dimanfaatkan untuk program afirmasi pendidikan berupa beasiswa sebesar Rp1 juta bagi keluarga kurang mampu.
"Kita biasa meyebutnya itu program afirmasi. Itu juga dari zakat yang dikumpulkan oleh staf di dinas pendidikan Jawa Timur," katanya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa program ini merupakan inisiatif Gubernur Khofifah yang diperuntukan bagi para insan pendidikan di bumi Majapahit.
"Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Ibu Gubernur menginisiasi agar kita semua peduli terhadap insan pendidikan, tidak hanya guru tetapi juga tenaga penunjangnya,” ujarnya.
Setelah kami melakukan survei di berbagai wilayah termasuk di Kota Surabaya, terdapat penerima yang layak mendapatkan bantuan, salah satunya Bapak Wandhori," imbuh Aries.
Program bedah rumah bagi insan pendidikan lanjut Aries, telah berjalan sejak tahun sebelumnya dan telah memberikan manfaat luas di berbagai daerah di Jawa Timur.
“Ini bukan yang pertama. Tahun lalu juga sudah dilakukan. Secara total ada sekitar 135 rumah yang telah dibedah dengan nilai bantuan rata-rata antara Rp20 juta hingga Rp25 juta per rumah, dengan pengerjaan yang mengedepankan semangat gotong royong," katanya.