BPS Catat Pengangguran di Kabupaten Nunukan Rendah, Didominasi Tenaga Kerja Usia Produktif
Junisah May 05, 2026 05:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Nunukan merilis laporan terbaru terkait kondisi ketenagakerjaan tahun 2025.  Hasilnya, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di wilayah ini tercatat cukup rendah, yakni 2,61 persen.

Data tersebut berasal dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025 yang menggambarkan situasi angkatan kerja, tingkat partisipasi, hingga karakteristik pekerja di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Jumlah penduduk usia kerja (PUK) di Kabupaten Nunukan mencapai 164.363 orang. Dari jumlah itu, mayoritas merupakan laki-laki sebanyak 53,37 persen, sementara perempuan 46,63 persen. 

Jika dilihat dari wilayah tempat tinggal, penduduk usia kerja lebih banyak berada di kawasan perkotaan dengan persentase 52,80 persen.

Baca juga: Antisipasi Pengangguran, Bupati Tanah Tidung Ibrahim Ali Minta Perusahaan Prioritaskan Warga Lokal

Sementara itu, jumlah angkatan kerja pada 2025 tercatat sebanyak 118.765 jiwa, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 121.199 jiwa.

Dari total tersebut, angkatan kerja laki-laki masih mendominasi dengan jumlah 77.138 orang.  Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan perempuan yang berjumlah 41.627 orang.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Nunukan berada di angka 72,26 persen. Namun, terdapat kesenjangan cukup lebar antara laki-laki dan perempuan. TPAK laki-laki mencapai 87,93 persen, sedangkan perempuan hanya 54,31 persen.

Tingkat pengangguran, wilayah perkotaan mencatat TPT sebesar 3,77 persen, lebih tinggi dibandingkan perdesaan yang hanya 1,40 persen.

Mayoritas penduduk yang bekerja berada pada kelompok usia produktif 25–54 tahun dengan persentase 67,95 persen. 

Baca juga: Angka Pengangguran di Malinau Naik hingga 1.735 orang, Paling Banyak Laki-laki, Begini Alasannya

Sementara itu, pekerja usia muda (15–24 tahun) sebesar 16,84 persen dan usia 55 tahun ke atas sebesar 15,21 persen.

Di sisi lain, sebanyak 28,88 persen penduduk usia kerja di Nunukan masuk dalam kategori bukan angkatan kerja. 

Kelompok ini didominasi oleh mereka yang mengurus rumah tangga sebesar 19,12 persen, disusul bersekolah 6,83 persen, serta kegiatan lainnya.

Menariknya, terdapat perbedaan signifikan antara laki-laki dan perempuan dalam kategori ini. Sebanyak 35,88 persen perempuan usia kerja memilih mengurus rumah tangga, sementara pada laki-laki hanya 2,35 persen.

Kepala BPS Kabupaten Nunukan menyebutkan bahwa data ini penting sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah.

Menurutnya, rendahnya tingkat pengangguran serta perbedaan kondisi antara wilayah perkotaan dan perdesaan menjadi bahan evaluasi dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan ke depan.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.