BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kgs. Chris Fither mengatakan pihaknya menghormati langkah-langkah penyidikan yang sedang dilakukan oleh pihak Polresta Pangkalpinang.
Terkait kasus seorang remaja berusia 17 tahun berinisial CP meninggal dunia, diduga karena malapraktik di salah satu rumah sakit di Kota Pangkalpinang.
Remaja tersebut sebelumnya sempat menjalani operasi usus buntu pada 16 Maret 2026. Dugaan malapraktik yang terjadi di rumah sakit tersebut saat ini sudah dilaporkan ke Polresta Pangkalpinang.
"Kami mengapresiasi transparansi yang sudah ditunjukkan pihak kepolisian. Selanjutnya, kami mengajak masyarakat untuk memberikan ruang bagi aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional dan akuntabel. Guna memastikan adanya kepastian hukum yang berkeadilan bagi semua pihak dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah," kata Kgs. Chris Fither, kepada Bangkpos.com, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, terkait fungsi dan wewenang lembaga, perlu disampaikan bahwa secara terpisah Ombudsman Babel juga sedang memproses tindak lanjut atas dugaan maladministrasi pelayanan publik oleh pihak rumah sakit swasta tersebut.
"Karena dugaan malapraktik medis adalah ranah penegak hukum. Ombudsman memfokuskan pemeriksaan pada kepatuhan standar prosedur operasional dan pelayanan administrasinya. Namun, mengingat hal ini masih dalam tahapan proses pemeriksaan, detailnya belum dapat kami sampaikan lebih lanjut ke publik," katanya.
Oleh karena itu, Ombudsman Babel mendorong agar seluruh pihak terkait tetap kooperatif dan mengedepankan nilai-nilai kepastian hukum, profesionalitas dan keterbukaan sesuai asas pelayanan publik.
"Kami berharap dengan adanya penanganan kasus seperti ini, seluruh penyelenggara pelayanan publik bidang kesehatan, rumah sakit, puskesmas dan lain-lain, dapat mengambil pelajaran penting.
Untuk terus mengevaluasi diri, berhati-hati dan berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Dengan demikian, tidak ada lagi kejadian-kejadian serupa di kemudian hari," tutupnya.
(Bangkapos.com/Riki Pratama)