Tak Ada Dendam, Korban Pemukulan Jogja 10K Temani Pelaku Jalani Hukuman Lari 10 Kilometer 
Joko Widiyarso May 05, 2026 08:04 PM

 

 
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus penganiayaan yang menimpa peserta lari One Run Jogja 10K berakhir dengan kesepakatan damai yang unik.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perbuatannya, pelaku pemukulan, Edo, menerima konsekuensi dengan dihukum berlari sejauh 10 kilometer di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.

Langkah ini sekaligus menjadi ajang deklarasi bahwa Yogyakarta adalah kota yang aman dan menolak segala bentuk kekerasan. Hukuman lari ini disaksikan langsung oleh korban penganiayaan, Galang.

Project Director Jogja 10K, Sentanu Wahyudi, menjelaskan bahwa kegiatan di Stadion Mandala Krida tersebut merupakan bentuk deklarasi perdamaian pascainsiden pemukulan yang terjadi pada Minggu (3/5/2026) lalu.

"Lari bersama dan juga deklarasi untuk Jogja berlari nyaman. Jogja aman, Jogja anti kekerasan. Dan kita akan ajak pelaku-pelaku pemukulannya untuk berlari. Untuk dia yang menerima konsekuensi dengan berlari 10 km di Stadion Mandala Krida," ujar Sentanu.

Menariknya, Galang selaku korban tidak sekadar memaafkan, tetapi juga turut hadir mendampingi pelaku saat menjalankan konsekuensi tersebut.

"Di sini ada Mas Galang yang sangat berbesar hati. Bahkan ikut menemani Mas Edo untuk menerima konsekuensi atas perbuatan Mas Edo terhadap Mas Galang, ini wujud Jogja anti kekerasan. Luar biasa. Mari kita berlari. Ayo kita berlari 10 km," tambah Sentanu.

Di tengah prosesi lari tersebut, Galang bahkan memberikan sedikit keringanan bagi pelaku yang telah memukulnya. "Karena saya baik dan berbesar hati, saya kasih remisi satu kali putaran," tutur Galang.

Merespons hukuman fisik yang harus dijalaninya, Edo mengaku kelelahan namun menerima hal tersebut dengan sepenuh hati sebagai bentuk tanggung jawab. 

"Ya, capek sih capek. Cuma ini bentuk konsekuensi karena perbuatan saya. Jadi saya harus melakukannya. Ikhlas," kata Edo.

Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan, turut mengapresiasi penyelesaian masalah yang mengedepankan perdamaian ini. "Kita warga kota Jogjakarta, semua cinta damai dan semua ingin Jogja selalu istimewa," ucapnya.

Tanpa diduga, Edo tiba-tiba mendatangi korban sambil menantang dan melayangkan beberapa pukulan. Saat itu, korban memilih tidak melawan dan menghindar untuk melanjutkan lomba.

Pihak kepolisian juga telah mengonfirmasi penyelesaian kasus ini. "Kami sampaikan bahwa siang tadi perkara tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak korban dan pelaku," ungkap Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani HS, pada Senin (4/5/2026).

Pelaku telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Galang dan masyarakat Yogyakarta, serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Korban pun secara terbuka menyatakan telah menerima permintaan maaf tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.