Dramatis! Petugas BPBD Ciamis Menyelam ke Sumur Sedalam 18 Meter, Evakuasi 2 Katel yang Jatuh
Machmud Mubarok May 05, 2026 08:06 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Pagi itu, suasana Lingkungan Blender, Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis tampak berbeda, Selasa (5/5/2026).

Warga berkumpul di sekitar sebuah sumur tua. Bukan tanpa alasan, dua katel atau wajan berukuran besar milik seorang warga dilaporkan jatuh ke dasar sumur sedalam belasan meter.

Sumur tersebut bukan sekadar lubang air biasa. Bagi Imas, pemilik usaha katering rumahan, sumur itu adalah sumber kehidupan, penopang aktivitas dapur yang tak pernah sepi pesanan.

Insiden itu terjadi sehari sebelumnya, yakni pada Senin (4/5/2026). Penutup sumur berbahan kayu yang sudah lapuk tak lagi mampu menahan beban. 

Dalam sekejap, dua katel berdiameter sekitar 80 sentimeter itu terperosok, menghilang ke dalam gelapnya sumur.

Kabar itu cepat menyebar, warga sempat berupaya mencari solusi, namun kedalaman sumur yang mencapai sekitar 14 hingga 18 meter dengan genangan air sekitar 6 meter membuat evakuasi tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Laporan awal sempat disampaikan ke petugas pemadam kebakaran. Namun karena keterbatasan peralatan penyelaman membuat penanganan dialihkan ke BPBD Kabupaten Ciamis.

Baca juga: Cuaca Ekstrem, BPBD Ciamis Tangani Tiga Bencana Sekaligus

Baca juga: Rumah di Desa Cikaso Ambruk Akibat Hujan Deras, BPBD Ciamis Lakukan Penanganan Awal

Pagi tadi, tim rescuer BPBD Ciamis tiba dengan perlengkapan lengkap. Tali-temali, alat bantu pernapasan, hingga perlengkapan penyelaman disiapkan di tepi sumur. 

Satu per satu prosedur dilakukan, seorang rescuer bersiap turun. Ia mengikatkan tali pengaman ke tubuhnya, memastikan setiap detail dalam kondisi aman. 

Setelah aba-aba diberikan, ia perlahan menuruni dinding sumur yang lembap dan gelap.

Detik-detik menegangkan pun dimulai, di kedalaman, jarak pandang terbatas dan air setinggi sekitar 6 meter menutup sebagian badan sumur. 

Dengan alat bantu pernapasan, rescuer harus meraba, mencari posisi katel yang tenggelam di dasar.

Beberapa saat kemudian, tali pengaman mulai bergerak, tanda bahwa proses evakuasi katel berhasil dilakukan. Perlahan, katel pertama ditarik ke atas, disusul katel kedua.

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, menyebut evakuasi ini menjadi pengalaman pertama dalam penanganan kasus serupa oleh timnya.

“Penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan urgensi kebutuhan air bagi warga. Alhamdulillah, evakuasi berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi penutup sumur agar kejadian serupa tidak terulang.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun bagi warga Maleber, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa hal kecil seperti penutup sumur bisa membawa dampak besar.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.