Angka Inflasi April 2026 di Jember Dipengaruhi Kenaikan Harga Elpiji & Plastik
Alga W May 05, 2026 08:14 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyuni

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Kenaikan harga elpiji dan plastik mempengaruhi angka inflasi Kabupaten Jember di bulan April 2026.

Berdasarkan rilis yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember, angka inflasi bulan April di Kabupaten Jember mencapai 2,88 persen.

Baca juga: Dukung Proses Hukum, BRI Jombang PHK Pegawai yang Terlibat Kasus Kredit Fiktif

Sejumlah kelompok menyumbang cukup besar antara lain kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau (4,55 persen). 

Kemudian kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,43 persen, dan kelompok perawatan dan jasa lainnya 11,12 persen.

Sedangkan untuk komoditas dominan penyumbang inflasi antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, sigaret kretek mesin, daging sapi, nasi dengan lauk, bakso siap santap, telur ayam ras, juga tempe, tahu, bayam, dan tomat.

Berdasarkan keterangan dari pihak BPS, bahan bakar rumah tangga ini antara lain akibat kenaikan harga elpiji 3 kilogram di Bulan Maret 2026, dan elpiji nonsubsidi di 18 April 2026 yang dampaknya berlanjut di Mei 2026.

"Kenaikan harga nasi dengan lauk berdasarkan informasi dari responden dampak dari kenaikan harga bahan baku seperti beras, minyak goreng, hingga kemasan plastik yang juga menjadi penyumbang kenaikan harganya," ujar Kepala BPS Kabupaten Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsi, Selasa (5/5/2026).

Peni menambahkan, pada prinsipnya setiap kenaikan harga suatu komoditas akan berdampak pada inflasi yang dihasilkan.

"Hanya saja besar kecilnya tergantung pada pola konsumsi masyarakat terhadap komoditas tersebut, bila nilai konsumsi (bobot) suatu komoditas besar maka berpeluang menyumbang andil inflasi/deflasi suatu komoditas," pungkasnya.

Dari pantauan TribunJatim.com, kenaikan harga plastik, dan sejumlah bahan pokok penting memang memicu kenaikan harga makanan dan minuman di pelaku usaha sekitar 10 persen, bahkan sejak usai Lebaran 2026.

Seperti yang dilakukan sebuah restoran di Jalan Jawa, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. 

Pihak restoran menambah biaya jasa sampai 10 persen, seiring kenaikan sejumlah bahan makanan dan minuman.

Penjual gorengan juga menaikkan harga, dari yang awalnya per biji Rp1.000, menjadi Rp5.000 per 4 biji gorengan.

"Bahan-bahan naik, terutama minyak goreng," ujar seorang penjual gorengan di Jl H Agus Salim, Jember.

Harga elpiji

Bahan bakar rumah tangga turut memicu inflasi di bulan April 2026.

Bahan bakar ini meliputi elpiji subsidi 3 kilogram dan nonsubsidi 5,5 kilogram yang juga dipakai kelompok rumah tangga.

Pihak Pertamina menyebut, harga elpiji subsidi 3 kilogram tidak ada kenaikan di Bulan April 2026.

Pertamina mematok harga Rp18.000 per tabung.

Namun pada praktik di lapangan, harga elpiji 3 kilogram di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan.

Rata-rata harganya mencapai Rp20.000-Rp24.000 per tabung.

"Saya beli antara Rp20.000-Rp21.000 per tabung. Itu pun nyarinya kadang sulit, kadang agak jauh dari rumah," ujar Yuliana, seorang warga Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates.

Sedangkan harga elpiji nonsubsidi 5,5 kilogram harga di antara Rp110.000-Rp112.000 per tabung.

Sementara harga yang tabung 12 kilogram di antara Rp230.000-Rp237.000 per tabung.

Belum lagi harga plastik pembungkus yang juga naik signifikan.

Tak pelak, tak sedikit pelaku usaha yang menaikkan harga dagangan mereka.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.