TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Emiten orang terkaya di Indonesia Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) membukukan kenaikan pendapatan bersih konsolidasi sebesar 232 persen menjadi 2,57 miliar dolar AS.
Kenaikan ini terutama ditopang peningkatan kinerja anak usaha Chandra Asri Group, yang mendapatkan dorongan dari margin kilang minyak tinggi serta integrasi aset ritel bahan bakar milik ExxonMobil di Singapura.
Dari sisi profitabilitas, perseroan mencatatkan EBITDA sebesar 567 juta dolar AS, naik 288 persen dan menjadi rekor tertinggi kuartalan sepanjang sejarah.
Direktur Utama Perseroan, Agus Pangestu, menyampaikan, penguatan kinerja ini tidak terlepas dari optimalisasi operasi di Singapura.
“Kinerja ini terutama didorong oleh margin kilang minyak yang sangat kuat di operasi Singapura, yang ditopang oleh tingginya crack spread regional, optimalisasi bauran produk, serta disiplin dalam pengadaan bahan baku."
"Pencapaian tersebut lebih dari mampu mengimbangi volatilitas yang masih berlangsung di segmen petrokimia,” ungkap Agus dikutip Selasa (5/5/2026).
Baca juga: Laba Bersih Kuartal I 2026 Chandra Asri Group Meroket 954,2 Persen Jadi 25 Juta Dolar AS
Selain itu, kontribusi dari segmen energi juga memperkuat kinerja bottom line perusahaan. Secara keseluruhan, kata Agus, laba bersih setelah pajak konsolidasi tercatat 271 juta dolar AS, atau tumbuh 803 persen.
Ia menjelaskan, langkah strategis penting lainnya adalah penyelesaian akuisisi jaringan SPBU Esso, bagian dari aset ritel ExxonMobil di Singapura yang telah rampung dan mulai dikonsolidasikan penuh sejak awal 2026.
Akuisisi ini dinilai menjadi kunci dalam memperkuat integrasi vertikal Perseroan, khususnya di segmen hilir.
“Kami telah menyelesaikan akuisisi jaringan SPBU Esso di Singapura, yang telah sepenuhnya terkonsolidasi dalam laporan keuangan sejak awal 2026. Akuisisi ini memperkuat ekosistem hilir kami melalui perluasan jaringan ritel serta pendalaman integrasi di sepanjang rantai nilai,” ujar Agus.
Baca juga: CDIA Emiten Milik Prajogo Pangestu Raup Pendapatan 41,2 Juta USD di Kuartal I 2026
Perseroan memperkirakan transaksi tersebut akan langsung memberikan kontribusi positif terhadap laba, didukung oleh arus kas yang kuat serta sinergi operasional dan komersial.
Agus menyampaikan, memasuki sisa tahun 2026, Barito Pacific tetap memandang prospek secara hati-hati namun optimistis.
"Dengan dukungan margin kilang minyak yang masih relatif kuat, kontribusi penuh dari integrasi aset hilir di Singapura, serta disiplin operasional di seluruh lini bisnis, Perseroan menilai fondasi kinerja saat ini memberikan ruang untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dinamika pasar energi dan petrokimia global," tuturnya.