TRIBUNGAYO.COM - Sebelumnya, kabar mengenai absennya Megawati Hangestri dari pemusatan latihan (pelatnas) Timnas Voli Putri Indonesia 2026 langsung menjadi perhatian publik.
Sejumlah nama pun mulai mencuat sebagai kandidat pengganti Megawati Hangestri, bahkan disebut-sebut sebagai calon andalan masa depan skuad Merah Putih.
Sebagai informasi, usai gelaran Proliga 2026 pada Sabtu (25/4/2026) lalu, Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) langsung mengumumkan 17 nama yang dipanggil untuk mengikuti agenda Internasional.
Ya, dan nama Megawati pun muncul sebagai oppoite hitter sebelum akhirnya mengundurkan diri karena beberapa alasan, termasuk kondisi kesehatannya.
Adapun tiga agenda terdekat yang akan dihadapi Timnas voli Indonesia yaitu AVC Nation’s Cup 2026 di Filipina, SEA V League 2026 yang digelar di Vietnam dan Thailand, serta AVC Continental Cup 2026 di Tianjin, China.
Baca juga: Tandem Megawati, Vanja Bukilic Jadi Incaran Utama Draft Pemain Asing Liga Voli Korea 2026-2027
AVC Nation’s Cup akan menjadi laga Internasional pembuka, dimana agenda tersebut berlangsung pada 6–9 Juni 2026.
Dalam turnamen ini, Indonesia tergabung di Grup B bersama Vietnam, Kazakhstan, Iran, Hong Kong, dan Lebanon.
Keputusan Megawati Hangestri untuk mundur dari pelatnas bukan tanpa alasan.
Berdasarkan informasi yang telah beredar, opposite hitter andalan Indonesia itu memilih fokus pada pemulihan cedera yang dialaminya usai menjalani musim panjang bersama klub.
Langkah ini dinilai cukup realistis, mengingat padatnya agenda internasional yang akan dihadapi Timnas Voli Putri Indonesia mulai pertengahan tahun.
Dengan kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih, Megawati memilih tidak mengambil risiko agar bisa kembali dalam performa terbaik di masa mendatang.
Namun, absennya pemain yang akrab dijuluki “Megatron” ini jelas berdampak besar.
Baca juga: Gaji Bisa Tembus Rp5,1 Miliar, Megawati Berpeluang Masuk Draft Kuota Asing Liga Voli Korea?
Selama ini, Megawati menjadi tumpuan utama dalam mendulang poin, khususnya dari posisi opposite hitter di bawah arahan pelatih Marcos Sugiyama.
Dibalik absennya Megawati Hangestri, situasi ini justru membuka peluang bagi pemain muda untuk unjuk kemampuan.
Timnas kini mulai menunjukkan proses regenerasi dengan hadirnya sejumlah talenta potensial yang siap mengisi kekosongan.
Beberapa diantaranya bahkan sudah mencuri perhatian di ajang Proliga 2026 dan dinilai layak mendapat kesempatan lebih besar di level internasional.
Nama pertama yang mencuri perhatian adalah Syelomitha Afrilaviza Injilia Wongkar.
Baca juga: Agenda Megawati Hangestri Usai Mundur dari Pelatnas, Lanjut Bulan Madu dan Main di Korea Lagi?
Pemain berusia 18 tahun ini berposisi sebagai opposite hitter, sama seperti Megawati.
Bersama Jakarta Livin Mandiri di Proliga 2026, Syelomitha menunjukkan potensi besar meski usianya masih sangat muda.
Ia dinilai memiliki prospek cerah dan bisa menjadi tulang punggung Timnas di masa depan.
Selain itu, ada Salsabila Dara Putri yang berposisi sebagai outside hitter.
Pemain berusia 20 tahun ini tampil cukup konsisten bersama Bandung BJB Tandamata.
Meski timnya gagal menembus Final Four, performa individu Salsabila tetap mendapat perhatian.
Kemampuannya dalam menyerang dan mencari poin bisa menjadi alternatif penting bagi Timnas.
Baca juga: Curahan Hati Megawati Hangestri Usai Juara Proliga 2026: Hai Mega, Banyak yang Meragukanmu
Berbeda dengan nama sebelumnya, Ersandrina Devega Salsabila atau yang akrab disapa Caca hadir sebagai sosok yang lebih matang.
Pemain berusia 26 tahun ini sudah memiliki pengalaman panjang di Timnas.
Bersama Jakarta Electric PLN, Caca berhasil membawa timnya menembus Final Four Proliga 2026.
Perannya sebagai pemain senior sangat dibutuhkan, terutama untuk membimbing para pemain muda dalam menghadapi turnamen internasional.
Satu lagi nama yang tak kalah menarik adalah Tina Syifa Sabila Salim.
Baca juga: Terungkap Alasan Megawati Hangestri Mundur dari Timnas Voli Indonesia
Pemain berusia 16 tahun ini merupakan rekan satu tim Megawati di Jakarta Pertamina Enduro.
Meski masih sangat muda, Tina sudah merasakan gelar juara Proliga 2026.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa ia memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pemain top di masa depan.
Kehilangan sosok Megawati Hangestri memang menjadi tantangan besar bagi Timnas Voli Putri Indonesia.
Namun di sisi lain, kondisi ini membuka jalan bagi lahirnya generasi baru.
Dengan kombinasi pemain muda potensial dan beberapa sosok berpengalaman, Timnas diharapkan tetap mampu bersaing di berbagai ajang internasional.
Regenerasi yang berjalan saat ini bisa menjadi fondasi penting untuk masa depan voli putri Indonesia. (*)