TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui kolaborasi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) meluncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) sebagai upaya memperkuat pengelolaan air limbah di Kota Bogor.
Pelaksanaan program LLTT dilakukan oleh Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor bekerja sama dengan Perumda Trans Pakuan Kota Bogor.
Hal ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan oleh Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan, dan Plt Direktur Utama Perumda Trans Pakuan Kota Bogor, Eko Prabowo. Penandatanganan juga disaksikan oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.
Sebagai tahap awal, layanan ini diperkuat dengan empat armada TIKA (Tertib Kelola Tinja Berkala) dengan prioritas pelayanan bagi 6.000 pelanggan Tirta Pakuan di Kecamatan Bogor Utara secara gratis, dan ke depan direncanakan akan diperluas ke wilayah lainnya.
Dedie Rachim mengatakan peluncuran layanan LLTT merupakan respons terhadap amanah regulasi baru terkait pengelolaan air bersih dan air limbah.
“Kita harus merespons amanah dari undang-undang baru tentang pengelolaan air bersih dan air limbah. Ada target-target yang harus dicapai pemerintah daerah, yakni tidak hanya mengelola air bersih melalui layanan PDAM, tetapi juga air limbah," kata Dedie Rachim di Instalasi Pengolahan Air Limbah dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPAL-IPLT) Tanah Baru, Jalan Pangeran Asogiri, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Selasa (5/5/2026).
Ia menambahkan, salah satu turunan dari air limbah adalah pengelolaan lumpur tinja. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan tata kelola air limbah untuk mendukung pencapaian target layanan.
Menurutnya, tanpa persiapan tata kelola yang matang, target tersebut akan sulit tercapai. Karena itu, melalui kolaborasi antarpemangku kepentingan, termasuk dua Perumda dan perangkat daerah terkait, Pemkot Bogor berharap capaian layanan dapat meningkat lebih cepat.
“Mungkin belum bisa mencapai 100 persen dalam waktu dekat, karena di sisi lain kita juga harus mempersiapkan instalasi pengolahan air limbah lain yang mampu menampung keseluruhan kebutuhan warga Kota Bogor," ujarnya Dedie Rachim.
"Kita memanfaatkan dan memaksimalkan jaringan kerja milik Pemda, dalam hal ini Perumda penyedia air bersih dan penyedia jasa transportasi. Jika tidak, akan sulit mencapai optimalisasi capaian,” sambungnya.
Plt Direktur Utama Perumda Trans Pakuan Kota Bogor, Eko Prabowo, menyampaikan bahwa layanan ini tidak hanya menjadi lini bisnis baru bagi Perumda Trans Pakuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan sanitasi sehat serta peningkatan layanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan, menyebut target awal 6.000 pelanggan disesuaikan dengan kapasitas IPAL-IPLT Tanah Baru yang saat ini baru mampu menampung 30 meter kubik per hari.
“Hari ini ikhtiar baru dimulai. Instalasi yang ada belum cukup untuk mencapai target, sehingga dibutuhkan pengembangan untuk mencapai cakupan 100 persen. Semoga langkah ini membangun budaya baru bahwa pengolahan air limbah harus dilakukan lebih serius,” kata Rino.
Ia menambahkan, dalam operasional armada TIKA diterapkan kontrak berbasis kinerja. Setiap rumah yang mendapat layanan penyedotan akan dibayarkan secara khusus oleh Perumda Tirta Pakuan.
“Untuk tahap awal masih gratis sampai ada arahan lebih lanjut. Pada waktunya, ketika kultur pengelolaan air limbah sudah terbangun, akan diterapkan penyesuaian,” ujar Rino.