TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Musim Haji 2026 ini dimanfaatkan oleh umat muslim untuk menunaikan Ibadah Haji ke Tanah Suci Makkah, Arab Saudi. Selain paket haji reguler dari pemerintah, warga juga bisa memanfaatkan paket haji khusus yang difasilitasi oleh pihak swasta.
Seperti pada Selasa (05/05/2026) ini, di mana ada ratusan jemaah haji khusus yang diberangkatkan dari Embarkasi Haji DIY di Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo. Mereka memanfaatkan jasa dari PT Nur Ramadan Internasional.
Salah satunya adalah Sovia Rara, yang memilih paket haji khusus untuk Ibadah Haji. Ia mendaftar di 2019 dan bisa berangkat tahun ini.
"Biayanya sekitar 17.700 sampai 18.000 dolar Amerika Serikat untuk 1 orang," kata Sovia ditemui jelang keberangkatan di YIA Kulon Progo.
Jika dirupiahkan, nilai itu setara hampir Rp 300 juta. Adapun untuk biaya haji reguler dari pemerintah totalnya sebesar Rp 87,4 juta dan tiap jemaah cukup membayar sebesar Rp 54 juta di mana sisanya disubsidi pemerintah.
Meski jauh lebih mahal, namun Sovia merasa biaya yang dikeluarkan sebanding dengan yang didapatkan. Sebab ia tidak perlu menunggu lama untuk berangkat haji, dibandingkan dengan haji reguler yang harus menunggu hingga puluhan tahun.
"Ini pun keberangkatannya mundur karena adanya pandemi COVID-19, jadi menunggu 6 tahun," ujar perempuan yang berangkat Haji bersama orang tuanya ini.
Serupa, Bismo Eriyono menjadikan waktu tunggu yang pendek jadi alasan utama dalam memilih paket haji khusus. Ia mendaftar sejak 2018 lalu bersama istrinya dan bisa berangkat tahun ini.
Selain waktu tunggu yang lebih singkat, jemaah haji khusus akan mendapatkan fasilitas yang berbeda selama menjalani Ibadah Haji. Mulai dari akomodasi penginapan hingga pemenuhan asupan gizinya.
"Fasilitas yang didapat sesuai harganya, sama yang penting waktunya lebih cepat," kata warga asal Sleman ini.
Direktur Operasional PT Nur Ramadan Internasional, Hamzah mengatakan ada total ada 324 jemaah yang diberangkatkan tahun ini sebagai haji khusus. 143 jemaah diberangkatkan hari ini dari Embarkasi YIA.
Ia menjelaskan pihaknya merupakan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Perusahaan ini ditunjuk oleh pemerintah untuk menyelenggarakan Haji Khusus dan memiliki ketentuan yang berbeda dengan Haji Reguler.
"Salah satunya dari masa tunggu, yang mana Haji Khusus cukup menunggu di kisaran 6 sampai 7 tahun," jelas Hamzah.
Tiap jemaah harus membayar sekitar Rp 260 juta untuk ikut Haji Khusus. Namun mereka akan menginap di hotel bintang 5 yang letaknya dekat tempat ibadah, yaitu Masjid Nabawi di Madinah dan Masjid Al-Haram di Makkah.
Mereka juga akan mendapatkan jasa layanan khusus atau maktab kelas VIP yang dekat dengan tujuan ibadah. Seperti di Arafah, Mina, dan Musdalifah yang menjadi lokasi inti dari rangkaian Ibadah Haji.
"Rangkaian ibadah juga tidak lama karena hanya membutuhkan waktu selama 28 hari," ujaf Hamzah.(alx)