PM Modi Ngamuk Tak Terima Iran Serang Warga Sipil India di UEA, Pakistan Ikut Beri Dukungan
Ni'amu Shoim Assari Alfani May 05, 2026 09:42 PM

Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi merespons serangan militer Iran yang menargetkan warganya.

Narendra mengecam tindakan Iran yang melepaskan serangan di Fujairah Uni Emirat Arab (UEA) hingga tiga warga sipil India terluka.

Narendra mengatakan serangan Iran tersebut tidak dapat diterima.

Dilansir dari Times of India, ungkapan ini terlihat dalam sebuah unggahan Narendra di akun X pribadinya, Selasa (5/5/2026).

Dalam postingan tersebut terlihat kemarahan PM India itu dengan menyebut bahwa Ia mengutuk keras serangan Iran terhadap UEA.

“India berdiri teguh dalam solidaritas dengan UEA dan menegaskan kembali dukungannya untuk penyelesaian damai semua masalah melalui dialog dan diplomasi,” tulisnya di X.

Ia menambahkan bahwa serangan Iran yang menargetkan warga sipil dan infrastruktur harus dihentikan.

Kecaman lain juga datang dari PM Shehbaz Sharif yang juga mengutuk keras serangan Iran tersebut.

PM Pakistan, Shehbaz Sharif dalam unggahan di akun X menyatakan solidaritas penuh dengan Presiden UEA Mohammed bin Zayed.

“Pakistan berdiri teguh bersama saudara-saudari kami di Uni Emirat Arab serta dengan Pemerintah Uni Emirat Arab di masa sulit ini,” tulis Shehbaz Sharif

Dalam situasi ini Shehbaz Sharif mendorong untuk terlaksananya gencatan senjata.

Ia beranggapan langkah ini dapat memberikan ruang diplomasi secara menyeluruh serta mencapai kesepakatan lewat dialog.

Shehbaz Sharif juga menyebut bahwa langkah ini dapat membawa perdamaian dan stabilitas yang langgeng di UEA.

Diketahui sebelumnya, Drone dan rudal Iran menghantam kawasan UEA  pada Senin (4/5).

Serangan Iran ini selain melukai tiga warga sipil India di UEA juga menyebabkan kerusakan infrastruktur.

Kerusakan tersebut yakni kebakaran di Zona Industri Minyak Fujairah UAE.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.