BOLASPORT.COM - Pelatih Bali United, Johnny Jansen, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya usai anak asuhnya dipaksa takluk dari tim papan bawah Madura United. Ia pun mengkritik keras terhadap mentalitas dan sikap anak asuhnya yang dianggap kehilangan semangat juang di atas lapangan.
Bali United dipaksa mengakui keunggulan Madura United usai takluk 0-2 dalam laga pekan ke-32 Super League 2025/2026, di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Selasa (5/5/2026).
Kekalahan ini bahkan membuat Bali United tertahan di posisi ke-8 klasemen Super League dengan mengemas 45 poin.
Mereka setidaknya gagal mengusur Bhayangkara FC yang ada di posisi ke-7 dengan hanya unggul dua poin dari Serdadu Tridatu.
Setelah menelan kekalahan ini, Johnny Jansen pun mengakui bahwa hasil ini mengecewakan.
Namun, ia pun mengakui bahwa Madura United dalam laga ini tampil bagus dan konsisten.
“Ya, hasilnya tidak bagus. Pertama-tama saya ingin memberikan pujian besar kepada Madura, selamat atas kemenangan mereka,” ujar Johnny Jansen kepada awak media usai takluk dari Madura United.
Akan tetapi, pelatih asal Belanda tersebut tak bisa memungkiri bahwa ia merasa kecewa dengan penampilan Kadek Arel dan kawan-kawan.
“Saya sangat kecewa dengan hasil ini karena menurut saya di beberapa pertandingan terakhir kami bermain sangat baik, memainkan sepak bola yang bagus, tetapi hari ini tidak demikian,” kata Johnny Jansen.
Setelah menelan kekalahan dari tim yang ada di papan bawah ini Johnny menyoroti soal mentalitas pemainnya.
Seperti diketahui, Madura United saat ini tengah berjuang untuk bisa aman dari degradasi.
Bahkan kemenangan dari Bali United masih membuat mereka terjebak di posisi ke-14 klasemen dengan hanya mengemas 32 poin.
Mereka hanya unggul 4 poin dari Persis Solo yang ada di posisi ke-16 atau zona degradasi.
Dengan sisa tiga laga Madura United pun belum merasa aman, sehingga dengan menelan kekalahan tersebut Johnny pun menyoroti mentalitas anak asuhnya.
Menurutnya, sebelumnya ia telah menyebut bahwa yang terpenting dalam setiap laga yakni memiliki mentalitas yang bagus.
Namun, mentalitas dan sikap pemainnya dalam laga kontra Sape Kerrab ini dinilai tak bagus.
“Saya pikir jika Anda ingin memenangkan pertandingan seperti ini, semuanya dimulai dari mentalitas. Ya, jika Anda ingin menang, Anda harus bertarung di setiap pertandingan dan setiap duel,” tegas Johnny.
“Kami sebenarnya bisa bermain sepak bola, itu yang saya tahu. Tapi dari segi sikap, hari ini kami tidak bagus.”
Bahkan dengan kekalahan ini, Bali United masih berada di papan tengah, padahal sejak awal musim mereka bertekad untuk bisa bersaing di papan atas.
Menanggapi hal ini, Johnny mengaku bahwa sebenarnya hingga saat ini semua tim menunjukkan perkembangan yang bagus.
Pasalnya, ada staf pelatih hingga pemain baru yang masih beradaptasi dengan sepak bola Indonesia yang pastinya berbeda dengan Eropa di mana sebelumnya staf pelatih banyak melatih.
Oleh karena itu, Johnny mengaku bahwa sebenarnya tim menunjukkan perkembangan yang bagus.
“Saya pikir itu sangat bagus. Kami melakukan pekerjaan dengan baik dan banyak pemain berkembang, tim kami juga terus berkembang, jadi itu hal yang positif,” kata Johnny.
“Namun, sebagai staf pelatih kami harus belajar dari budaya baru, dari cara yang berbeda di Indonesia.”
“Kami memiliki tim yang baru, tetapi saya benar-benar merasa bahwa kami telah melakukan pekerjaan dengan sangat baik.”
Mantan pelatih PEC Zwolle itu mengaku bahwa sebenarnya tim sudah beradaptasi dan menunjukkan perkembangan yang bagus.
Namun, melihat situasi saat ini, Johnny mengaku seharusnya tim bisa lebih cepat beradaptasi.
Untuk itu, dengan sisa laga yang ada ini, ia bertekad bisa membawa Bali United meraih hasil terbaik nantinya.
Dengan harapan, tim asal Pulau Dewata pun bisa finis di posisi terbaik nantinya.
“Namun, kami harus bisa beradaptasi lebih cepat lagi dengan situasi di liga seperti ini. Jadi sebagai pelatih kami sudah bekerja dengan baik, tetapi kami perlu beradaptasi lebih cepat lagi,” tuturnya.