BOLASPORT.COM - Arsenal wajib mewaspadai rekor impresif Atletico Madrid jelang pertemuan di semifinal leg kedua Liga Champions.
The Gunners akan bertindak sebagai tuan rumah dengan menjamu rival asal Negeri Matador itu di Stadion Emirates, Selasa (5/5/2026) malam waktu London atau Rabu dini hari WIB.
Arsenal memetik hasil imbang 1-1 ketika bertamu ke markas Atletico Madrid pada leg pertama, Rabu (29/4/2026).
Di atas kertas, semestinya hasil di Stadion Metropolitano tersebut menjadi modal positif bagi pasukan Mikel Arteta.
Dengan sokongan penuh suporternya, peluang Arsenal meningkatkan hasil dari leg pertama terbuka lebih lebar.
Akan tetapi, Atletico Madrid bukan tipe musuh yang mudah dijegal dan diprediksi kekuatannya begitu saja. Los Rojiblancos tak akan memandang di medan mana mereka bertempur.
Tak usah jauh-jauh, pada fase perempat final kemarin, Atleti berhasil mencundangi Barcelona 2-0 di Camp Nou.
Hasil tersebut membuat misi Barca melakukan remuntada pada leg kedua di Metropolitano tak cukup berhadiah tiket semifinal (2-1).
Selain itu, sejarah ikut mendukung peluang Atletico melaju ke final keempatnya di Piala/Liga Champions.
Dikutip BolaSport.com dari Mundo Deportivo, rival sekota Real Madrid ini memiliki rekor impresif yang nyaris sempurna saban tampil di fase empat besar pentas antarklub Eropa.
Dipersempit menjadi tujuh penampilan terakhirnya di tahap ini, Atletico bak raja semifinal karena berhasil lolos ke partai puncak sebanyak enam kali.
Rasio kesuksesan mencapai 86 persen itu dimulai dengan kiprahnya di kompetisi level kontinental yang sudah punah, Piala Intertoto (2007).
Berikutnya, Atletico mengandaskan Liverpool di semifinal Liga Europa 2009-2010 dengan agregat 2-2 plus keunggulan gol tandang.
Di final musim itu, Los Rojiblancos menyabet gelar juara dengan membungkam wakil lain Inggris, Fulham (2-1).
Maju ke pentas yang sama di musim 2011-2012, giliran Valencia merasakan dipermak Atletico yang sudah diasuh Diego Simeone.
Si Kelelawar hancur dengan kekalahan dobel 2-4 dan 0-1. Kemudian Atleico kembali menjadi kampiun setelah menghajar rival lokal, Bilbao, di final (3-0).
Selanjutnya, babak semifinal berhasil mereka jajaki di tiga edisi Liga Champions, yakni 2013-2014, 2015-2016, dan 2016-2017.
Ketiganya dilakoni dengan menghadapi Chelsea (agregat 3-1), Bayern Muenchen (2-2, menang gol tandang), dan musuh sekota, Real Madrid (2-4).
Ya, kekalahan yang disebut terakhir dari Los Blancos itulah satu-satunya noda dari kiprah tujuh semifinal terakhir Atletico Madrid.
Adapun pada momen semifinal terakhirnya sebelum musim ini, memori yang dibahas bakal lebih menarik.
Pada semifinal Liga Europa 2017-2018, Antoine Griezmann dkk juga bertemu musuh identik dengan yang mereka hadapi sekarang, Arsenal.
Dalam dua bentrokan delapan tahun silam, Atletico mencuri skor imbang 1-1 di Emirates pada leg pertama.
Tiket ke final mereka sabet setelah mengandaskan The Gunners yang masih dilatih Arsene Wenger di Metropolitano dengan skor tipis 1-0.
Pada edisi tersebut pula, Los Rojiblancos meraih trofi dengan menggilas Marseille 3-0 di partai puncak.
Delapan tahun berselang, Simeone menghadapi musuh yang sama dengan misi kembali mencicipi partai final setelah lama absen.
Ihwal kesempatan kali ini, Simeone mengaku tenang saja menghadapinya.
"Tidak peduli seberapa banyak pelatih memikirkannya, sepak bola adalah tentang para pemain."
"Pengalaman dan waktu memberi Anda lebih banyak ketenangan dan kedamaian untuk menghadapi pertandingan-pertandingan semacam ini."
"Kami akan mencoba menyajikan permainan yang perlu kami tunjukkan sehingga para pemain dapat meningkatkan performa mereka."
"Kami memiliki keyakinan besar dan percaya diri dengan apa yang kami inginkan, tetapi itu tidak akan bergantung pada kami."
"Kuncinya hanya yakin dengan apa yang harus kami lakukan dan kami akan menyelesaikannya sampai akhir," tegas juru taktik asal Argentina.