Grid.ID – Kondisi psikologis aktor Ammar Zoni kini menjadi sorotan. Setelah dijatuhi vonis tujuh tahun penjara dan denda Rp 1 miliar oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada April 2026 lalu, status hukum Ammar telah dinyatakan berkekuatan hukum tetap atau inkrah.Lantaran tidak adanya upaya banding, mantan suami Irish Bella itu ini pun harus bersiap kembali dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan.
Akan tetapi, di balik jeruji besi, tersimpan sebuah ketakutan yang dirasakan Ammar Zoni. Hal ini diungkapkan oleh sang kekasih, dokter Hayati Kamelia.
Dokter Kamelia menyebut bahwa kekhawatiran terbesar Ammar saat ini bukanlah soal lamanya masa hukuman, melainkan lokasi di mana ia akan menghabiskan waktu tersebut. Bagi Ammar, dipindahkan kembali ke Lapas Nusakambangan adalah sebuah mimpi buruk yang memicu trauma.
"Sangat-sangat penting karena Bang Ammar itu panik, traumanya luar biasa kalau aku lihat," kata dokter Kamelia saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (5/5/2026).
"Aku nggak peduli hukuman berapa tahun segala macam, tapi aku jangan dibawa ke NK (Nusakambangan)," ujar Kamelia menirukan ucapan Ammar Zoni.
Kamelia mengakui bahwa Ammar tidak selalu bisa menceritakan detail ketakutannya kepada sembarang orang. Aktor berusia 31 tahun itu dikabarkan lebih banyak mencurahkan kegelisahannya kepada pemerhati narkoba, Titiek Haryati.

"NK (Nusakambangan) dia ceritanya ke Bu Titiek. Karena kan Bu Titiek itu psikolog ya, jadi mungkin dia lebih terbuka kalau soal NK tuh ke dia," jelas Kamelia.
Kendati demikian, ketakutan Ammar tidak bisa disembunyikan setiap kali mereka bertemu. Kamelia mengaku sering melihat wajah Ammar yang pucat pasi hanya karena memikirkan kemungkinan dipindahkan.
"Ketakutan gitu mukanya. 'Aku takut banget kalau sampai ke NK'. Itu yang setiap hari dia katakan ke aku di surat maupun di persidangan," imbuhnya.
Kini, bersama tim kuasa hukumnya, Ammar tengah memperjuangkan Peninjauan Kembali (PK). Kamelia menjelaskan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah memastikan Ammar tetap berada di wilayah hukum Jakarta demi memulihkan kondisi psikisnya yang terguncang.
"Cuma kan kita lagi fokus ini dulu nih yang urgent ini, bagaimana supaya Bang Ammar tidak dikembalikan ke NK. Itu yang terutama, yang penting," pungkasnya.