Atasi 21 Ribu Rumah Tak Layak Huni, Pemkab OKI Luncurkan Program Kolaborasi "Gebrak Rutilahu"
tarso romli May 05, 2026 10:37 PM

 

Baca juga: Muscab VI PPP Prabumulih Alot, Tim Formatur Diputuskan hingga Pleno ke-7


SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) meluncurkan langkah strategis untuk mengentaskan persoalan 21.000 rumah tidak layak huni (Rutilahu) di wilayahnya. Menyadari keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemkab OKI menginisiasi program kolaborasi lintas sektor bertajuk "Gebrak Rutilahu 2026".

Aksi nyata program ini resmi dimulai di Kelurahan Perigi, Kecamatan Kayuagung, pada Selasa (5/5/2026) siang.

Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, menegaskan bahwa penuntasan masalah hunian warga tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah.

"Jika hanya mengandalkan APBD, jelas tidak akan cukup. Karena itu, pendekatannya harus kolaboratif," ujar Muchendi. Program ini melibatkan peran aktif sektor swasta melalui Corporate Social Responsibility (CSR), TNI-Polri, Baznas, PKK, hingga organisasi kemasyarakatan.

Pemerintah sebagai Orkestrator Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) OKI, Beni Akbari, menjelaskan bahwa posisi pemerintah dalam gerakan ini adalah sebagai orkestrator yang mengatur perencanaan dan memastikan standar bangunan tetap kokoh.

"Kami ingin setiap intervensi ini tepat sasaran. Gol utamanya bukan hanya memperbaiki fisik rumah, tetapi meningkatkan kualitas hidup penghuninya melalui kekuatan gotong-royong warga dan swasta," kata Beni.

Salah satu penerima manfaat adalah Abdullah, warga Kelurahan Perigi yang rumah kayu reyotnya mulai dibedah.

Ia mengaku sangat bersyukur karena selama ini harus tinggal di rumah yang bocor dan tidak aman.

"Dengan bantuan ini, kami berharap bisa segera tinggal dengan lebih aman dan nyaman," tutur Abdullah penuh syukur.

Baca juga: Enam Pejabat Strategis Polres Banyuasin Resmi Berganti, AKP Sayyid Malik Ibrahim Jabat Kasatlantas

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.