Jepang Butuh 2.000 Pekerja Asal Sulut Tiap Tahun, Disnakertrans Edukasi di SMKN 3 dan SMAN 1 Manado
David_Kusuma May 06, 2026 12:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Utara (Sulut) bersama Perwakilan Kedubes Jepang mengadakan edukasi pemagangan kerja ke Jepang di SMK Negeri 3 Manado dan SMA Negeri 1 Manado, Selasa (5/5/2026).

Hadir pula perwakilan Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Luar Negeri (AP2LN) dan LPK Yuta Tengker Mulia.

Kabid Hubungan Industrial Disnakertrans Sulut Arthur Lendeng mengatakan, pemagangan ke Jepang merupakan visi dan misi Gubernur Sulut Yulius Selvanus di bidang sumber daya manusia (SDM) di bidang vokasi.

"Tugas kami membuat adik-adik saat lulus sekolah bisa masuk di dunia kerja.

"Kami mengapresiasi kegiatan ini, karena dengan ini keinginan bisa tercapai," ujar Arthur.

Kata dia, setiap tahun 2.000 pekerja dari Sulut dibutuhkan  kerja di Jepang.

"Saat ini baru 500-an, sehingga kita memacu berkolaborasi dengan dinas pendidikan, agar target bisa tercapai," ucap Arthur.

Magang ke JEpang 2
Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jermias memberikan sambutan

Kakeru Fujiyama perwakilan Kedubes Jepang di Indonesia mengungkap, banyak kesempatan bekerja di Jepang.

"Banyak orang Indonesia kerja di Jepang, siapa tahu di antara teman-teman siswa ada yang mau kerja di Jepang," ucap Fujiyama melalui penerjemah.

Lanjutnya, banyak tenaga kerja asing di Jepang. "Tapi paling terkenal dari Indonesia karena orannya baik dan rajin kerja," ucapnya

Kata dia lagi, banyak pekerja Indonesia di Jepang dari Pulau Jawa, sehingga itu dirinya ke Manado. "Siapa tahu banyak Orang Manado mau kerja di Jepang," imbuhnya.

Kepala Sekolah SMAN 1 Manado Jemmy Jermias menyambut dan mengapresiasi kegiatan ini.

Jemmy mengatakan, di SMAN 1 Manado ada mata pelajaran pilihan Bahasa Jepang, bahkan ada satu siswa yang menjadi juara pidato Bahasa Jepang.

Magang ke JEpang 3
EDUKASI - Edukasi magang ke Jepang di SMK Negeri 3 Manado

“Tim ini datang memberikan sosialisasi, supaya anak-anak itu mendapatkan penjelasan sejelas-jelasnya, mekanismenya, jamina-jamimannya, termasuk juga upah,” ujar Jemmy.

Lanjut Jemmy, ini merupakan hal yang bagus, karena Indonesia mengalami bonus demografi, usia kerja banyak bahkan berlimpah sementara tidak seimbang dengan lapangan kerja, sementara di Jepang malah kebalikannya.

“SMAN 1 Manado sudah antisipasi, sejak tahun lalu sudah identifikasi anak-anak yang suka kerja di Jepang, selama ini priotitas lulusan SMK, tetapi SMK belum mampu mensuplai sehingga pemerintah juga memberikan kesempatan lulusan SMA. Kami bekali mereka, latih bahasa Jepang, beri motivasi dan selanjutnya arhakan ke LPK,” jelas Jemmy. (vid)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.