SURYA.CO.ID - Dalam agama Islam, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk melakukan Sholat istikharah sebagai sarana meminta petunjuk terbaik dari Allah SWT.
Amalan ini sering kali menjadi pilihan untuk meyakinkan diri, baik urusan jodoh, karir, hingga pendidikan, agar tidak merasa bimbang.
Sholat istikharah adalah sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan untuk memohon pilihan terbaik kepada Allah SWT ketika seseorang dihadapkan pada beberapa pilihan atau keraguan.
Sholat ini adalah bentuk kepasrahan hamba atas keterbatasan ilmu manusia dibandingkan ilmu Allah yang Maha Mengetahui.
Sebelum memulai, pastikan Anda memantapkan niat di dalam hati. Berikut adalah bacaan niatnya:
Ushalli sunnatal istikhaarati rak’ataini lillaahi ta’aala.
Artinya: "Saya niat sholat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala."
Secara umum, tata cara sholat istikharah sama dengan sholat sunnah lainnya, terdiri dari dua rakaat dengan satu salam.
Setelah salam, barulah Anda sangat dianjurkan untuk membaca doa sholat istikharah.
Berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari, berikut adalah doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ.
اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي، وَمَعَاشِي، وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، فَاقْدُرْهُ لِي، وَيَسِّرْهُ لِي، ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ.
وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي، وَمَعَاشِي، وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، فَاصْرِفْهُ عَنِّي، وَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ، ثُمَّ أَرْضِنِي
Teks Latin: Allahumma inni astakhiruka bi 'ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlikal adzim, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta'lamu wa laa a'lamu, wa anta 'allamul ghuyub.
Allahumma in kunta ta'lamu anna hadzal amra (sebutkan urusan Anda) khairun li fii diini wa ma'aashi wa 'aqibati amri, faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarik lii fiihi.
Wa in kunta ta'lamu anna hadzal amra syarrun li fii diini wa ma'aashi wa 'aqibati amri, fashrifhu 'annii washrifnii 'anhu waqdur liyal khaira haitsu kaana tsumma ardhinii.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, dan aku memohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu. Aku memohon kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu yang agung. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa, sedangkan aku tidak berkuasa. Engkau Maha Mengetahui, sedangkan aku tidak mengetahui. Dan Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib.
Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, maka tetapkanlah ia untukku, mudahkanlah ia bagiku, kemudian berkahilah aku di dalamnya.
Namun jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, maka jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah aku darinya. Tetapkanlah kebaikan untukku di mana pun itu berada, kemudian jadikanlah aku ridha terhadapnya.”
Meskipun bisa dilakukan kapan saja (selain waktu yang dilarang), waktu terbaik untuk melaksanakan sholat istikharah adalah di sepertiga malam terakhir.
Suasana yang tenang dan sunyi akan lebih khusyuk dalam bermunajat dan mengutarakan kebimbangan hati kepada Sang Pencipta.
Banyak orang salah kaprah mengira jawaban istikharah selalu hadir melalui mimpi. Faktanya, petunjuk Allah bisa datang dalam berbagai bentuk, seperti:
Dengan membaca doa sholat istikharah yang tulus, kita memasrahkan hasil akhir kepada Allah SWT, yang paling mengetahui apa yang terbaik bagi masa depan hamba-Nya.